KPK Sita Uang Gratifikasi Gubernur Kepri Nurdin Basirun Rp 6,1 M

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, resmi memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pasca terjaring operasi tangkap tangan KPK di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, resmi memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pasca terjaring operasi tangkap tangan KPK di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan total uang diduga gratifikasi yang disita dari Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nonaktif Nurdin Basirun mencapai Rp 6,1 miliar.

    "Jumlah uang yang diduga gratifikasi dalam kasus Kepri yang telah disita KPK, yakni Rp 3.737.240.000, 180.935 dolar Singapura, 38.553 dolar AS, 527 ringgit Malaysia, 500 riyal Arab Saudi, 30 dolar Hong Kong dan 5 euro," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 23 Juli 2019.

    KPK, kata Febri, menduga uang yang diterima Nurdin itu merupakan gratifikasi dari berbagai pihak yang memiliki hubungan jabatan, posisi dan kewenangannya sebagai gubernur. Salah satunya adalah masalah izin prinsip dan lokasi reklamasi di Kepulauan Riau.

    Saat operasi tangkap tangan (OTT) sebelumnya, KPK menyita sejumlah uang yang terdiri dari lima mata uang yang berbeda dengan rincian Sin$ 6.000, Sin$ 43.942, US$ 5.303, EUR5, RM 407, Riyal Saudi 500, dan Rp 132.610.000.

    "Ada dua alat bukti dalam bentuk uang. Yang pertama yang kami temukan pada OTT tersebut lebih dari dari sekitar Rp 2 miliar, seingat saya dalam bentuk valuta asing dan juga rupiah," kata Febri.

    Selain itu, dalam penggeledahan hari ini, tim penyidik menemukan 13 tas ransel, kardus, plastik, dan kantong kertas berisi mata uang rupiah, dolar Singapura dan dolar Amerika saat menggeledah rumah dinas Gubernur Kepri Nurdin Basirun di kawasan Tanjungpinang. Dalam penggeledahan itu, tim penyidik menemukan uang dengan total Rp 3,5 miliar, US$ 33.200 dan Sin$ 134.711.

    Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono, serta pihak swasta bernama Abu Bakar.‎ Untuk Nurdin Basirun, KPK juga menjerat dengan pasal penerima gratifikasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.