Rocky Gerung Duga Perwira Polri Daftar Capim KPK karena Disuruh

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akademisi, Rocky Gerung meninggalkan ruang sidang usai menjadi saksi fakta pada sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoaks yang dilakukan oleh terdakwa Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019.  TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Akademisi, Rocky Gerung meninggalkan ruang sidang usai menjadi saksi fakta pada sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoaks yang dilakukan oleh terdakwa Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 23 April 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik Rocky Gerung menuding anggota Polri yang ikut seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2019-2023 tidak karena inisiatif diri sendiri.

    "Ada wartawan tanya ke saya, apa kesan saya dengan masuknya polisi dalam proses pencalonan itu. Saya bilang kalau polisi asli mendaftar, pertanyaannya inisiatif dia sendiri atau penugasan atasan?" kata Rocky di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Selasa, 23 Juli 2019.

    Rocky menyangsikan jika anggota Polri yang mendaftar benar-benar atas kemauan sendiri. Ia bahkan mengatakan bahwa mereka yang mendaftar dipastikan karena mendapat perintah atau tugas dari atasan, dalam hal ini Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian, bahkan Presiden Joko Widodo.

    "Logika saya bilang begitu. Jadi dia ditugaskan atasannya karena diakui paling berani supaya mendaftar KPK, atas Kapolri, atasan Kapolri siapa? Ya, presiden. Jadi secara logika aktor intelektual masuknya polisi adalah presiden," ucap Rocky.

    Panitia seleksi capim KPK telah mengumumkan ada 104 peserta yang berhasil lolos uji kompetensi. Dari jumlah tersebut, terdapat 9 anggota Polri yang dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya. Salah satunya adalah Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Inspektur Jenderal Antam Novambar.

    Mereka yang lolos wajib mengikuti tes selanjutnya, yakni tes psikologi di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Jalan Gaharu, Cilandak, Jakarta Selatan, pada 28 Juli 2019 mendatang.

    Tes psikologi ini dilakukan guna meneliti sejumlah aspek yang berkaitan dengan psikologi, seperti kecerdasan, analisis sintesis, kemampuan mengantisipasi masalah, ketenangan serta stabilitas emosi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.