Polri Buru WNI Pengendali Kelompok Teror JAD - ISIS di Indonesia

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror. TEMPO/Prima Mulia

    Anggota tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri tengah memburu seorang anggota kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) bernama Saefullah alias Daniel alias Chaniago. Dia merupakan salah satu orang yang dipercaya menampung dan mengatur perputaran uang di JAD Indonesia.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, berdasarkan informasi terakhir yang pihaknya dapatkan, Saefullah berada di Khurasan, Afganistan. Polri telah memasukannya ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

    “Dia itu pengendalinya, mastermind-nya. Yang bersangkutan sudah diterbitkan Daftar Pencarian Orang oleh Tim Detasemen Khusus 88 dan diduga berada di Khurasan, Afganistan, pasca kekalahan ISIS di Suriah,” kata Dedi di kantornya, Jakarta Selatan, pada Selasa, 23 Juli 2019.

    Dedi menuturkan, kini Densus 88 telah bekerja sama dengan beberapa kepolisian di sejumlah negara seperti Malaysia, Filipina, Afganistan, Australia, dan Amerika Serikat untuk menangkap Saefullah.

    Apalagi, Saefullah diketahui juga memegang uang lebih dari Rp 400 juta yang ia terima dari 12 anggota JAD lainnya di lima negara. Proses pengiriman uang ini dilakukan melalui Western Union.

    "Ada aliran dana dari Trinidad dan Tobago, Maldives, Venezuela, Jerman, dan Malaysia. Seluruh dana ini diterima oleh Saefullah," ujar Dedi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.