Jokowi Minta Alat Deteksi Bencana Dititip Polisi Biar Tak Dicuri

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau simulasi terjadinya gempa bumi saat menghadiri Program Tagana Masuk Sekolah dan Kampung Siaga Bencana di SDN Panimbang Jaya 1, Pandeglang, Banten, Senin 18 Februari 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo meninjau simulasi terjadinya gempa bumi saat menghadiri Program Tagana Masuk Sekolah dan Kampung Siaga Bencana di SDN Panimbang Jaya 1, Pandeglang, Banten, Senin 18 Februari 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menitipkan alat-alat pendeteksi bencana kepada kepolisian. Pasalnya alat-alat canggih tersebut kerap hilang sehingga mengganggu informasi peringatan dini bagi masyarakat.

    "Dititipkan saja, lah, ke aparat keamanan setempat bahwa ini adalah barang yang sangat penting untuk memantau kerawanan bencana," kata Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional BMKG di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 23 Juli 2019.

    Selain menitipkan pada aparat, Jokowi meminta BMKG tidak tinggal diam. Ia ingin BMKG aktif turun ke lapangan untuk mengecek kondisi alat-alatnya.

    "Kalau sudah dibeli, sudah dipasang, tolong dilihat, dikontrol, dicek terus. Jangan sampai baru dipasang dua hari barangnya hilang," tuturnya.

    Ia menuturkan, BMKG perlu memberikan edukasi kepada masyarakat di daerah rawan bencana agar waspada. Salah satunya dengan melibatkan warga setempat untuk sama-sama menjaga alat pendeteksi bencana.

    "Tulisi saja (di alat) yang gede-gede (tulisan) 'sangat penting' agar dijaga bareng-bareng," katanya.

    Dalam sambutannya, Jokowi juga memerintahkan BMKG agar berani menegur pemerintah jika ada proyek yang akan didirikan di daerah rawan bencana. Mantan gubernur DKI Jakarta itu ingin BMKG bersikap tegas.

    "Sampaikan apa adanya bahwa ini tidak boleh, ini lokasi (zona) merah. Harus berani sampaikan kepada pemerintah daerah baik gubernur dan wali kota," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.