Anak Nunung Dirisak, KPAI Dialog dengan Kepala Sekolah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono memberikan penjelasan kasus penyalahgunaan narkoba Tri Retno Prayudati alias Nunung dan Suaminya July Jan Sambiran saat rilis kasus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kadiv Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono memberikan penjelasan kasus penyalahgunaan narkoba Tri Retno Prayudati alias Nunung dan Suaminya July Jan Sambiran saat rilis kasus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia akan menerima kunjungan kepala sekolah tempat putra komedian Tri Retno Prayudati atau Nunung menempuh pendidikan. "Kepala Sekolah akan menjelaskan kondisi anak dan berdiskusi dengan KPAI tentang penanganan ananda ke depan," kata Komisioner KPAI, Retno Listyarti, dalam pesan tertulisnya, Selasa, 23 Juli 2019.

    Rencananya, kepala sekolah akan berkunjung ke KPAI pukul 10.00 WIB. Retno sebelumnya menyampaikan keprihatian atas perisakan yang dialami anak bungsu Nunung pasca sang ibu terjerat kasus narkoba. "Perisakan dialami oleh ananda yang masih duduk di kelas III SD di salah satu sekolah swasta di Jakarta menjadi korban bullying," katanya.

    Akibat perisakan itu, anak bungsu Nunung harus pulang sekolah lebih awal pada Sabtu pagi lalu. Pihak keluarga Nunung di Solo kemudian memutuskan untuk memindahkan sekolah anak bungsu Nunung ke Solo. Namun, KPAI menyayangkan jika putra bungsu Nunung langsung dipindahkan.

    Seharusnya, kata Retno, putra Nunung tidak perlu pindah sekolah jika permasalahan ini dapat ditangani dengan baik dan bijak oleh pihak sekolah yang bekerjasama dengan wali kelas dan guru bimbingan konseling. Sehingga perisakan segera bisa dihentikan.

    Menurut Retno, dampak pindah sekolah membuat anak-anak di sekolah lama tidak belajar dari kesalahannya. Selain itu, pindah sekolah menuntut anak harus kembali beradaptasi dengan lingkungan yang baru. "Ini proses yang tidak mudah bagi seorang anak yang juga sedang tertekan karena sang ibu sedang berhadapan dengan hukum," ujarnya.

    Polisi menangkap Nunung bersama suaminya July Jan Sembiran dan tersangka kurir sabu Hadi Moheryanto alias Tabu pada Jumat, 19 Juli 2019 di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Polisi menyita barang bukti berupa satu klip sabu seberat 0,36 gram saat penggerebekan itu. Berdasarkan hasil tes urin, Nunung dan July positif mengkonsumsi narkoba.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.