NasDem Sindir Gerindra yang Tawarkan Program Kerja ke Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johny G. Plate (kiri), Ketua Badan Pemenangan Pemilu Nasdem Effendy Choirie beserta rombongan mendaftarkan nama bakal calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, 16 Juli 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Johny G. Plate (kiri), Ketua Badan Pemenangan Pemilu Nasdem Effendy Choirie beserta rombongan mendaftarkan nama bakal calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, 16 Juli 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G. Plate menyindir Partai Gerindra yang berencana menawarkan konsep ketahanan dan kemandirian pangan serta energi kepada Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi. "Lah, emang mereka dipilih rakyat kok ngaju-ngajuin program?" kata Johnny di kantor DPP Nasdem pada Senin, 22 Juli 2019.

    Menurut Johnny, keterpilihan Jokowi sepaket dengan program-programnya yang diinginkan rakyat. Jika Gerindra ingin memperjuangkan program mereka, kata Johnny, maka hendaknya diajukan pada 2024.

    "Kalau ada program kami dengan program mereka yang sama, ya dukung saja program Pak Jokowi. Enggak usah pakai mengajukan program segala," ujar Johnny.

    Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan konsep-konsep ketahanan dan kemandirian pangan serta energi untuk ditawarkan kepada Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi, kini tengah digodok oleh Dewan Pakar Gerindra.

    Dia mengatakan, konsep tersebut nantinya bakal dipaparkan terlebih dulu kepada petinggi Gerindra. "Sebelum diajukan akan dipresentasikan terlebih  kepada Dewan Pembina Partai Gerindra," kata Dasco kepada wartawan, Ahad, 21 Juli 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.