Ucapan untuk Surya Paloh dan Kemungkinan Perluasan Koalisi Jokowi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa usai bertemu Ketua Umum Partai Nasdem di kantor DPP Nasdem, Jakarta pada Senin, 22 Juli 2019. TEMPo/Dewi Nurita

    Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa usai bertemu Ketua Umum Partai Nasdem di kantor DPP Nasdem, Jakarta pada Senin, 22 Juli 2019. TEMPo/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Berjalan bergegas sambil memegangi ponselnya, Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa tiba-tiba kembali lagi ke kantor DPP Nasdem, Jakarta sekitar pukul 20.17, Senin, 22 Juli 2019. Ini kedatangan kedua Suharso setelah siang hari, sekitar pukul 13.40, dia menyambangi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, sejawatnya di koalisi Jokowi, di kantornya. "Ada rundingan lagi kayaknya, saya dipanggil lagi ini. Ada apa ya?" ujar Suharso saat ditanyai tentang kedatangannya yang kedua.

    Siang hingga malam hari kemarin, Surya Paloh berturut-turut menerima kedatangan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Plt Ketua Umum Suharso Monoarfa dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Keluar dari kantor Nasdem sekitar pukul 13.30, Muhaimin mengaku hanya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Surya yang baru saja merayakan hari jadinya yang ke68. "Saya kan waktu itu enggak datang ke acara ultah Bang Surya, jadi saya datang sekarang ngucapin selamat," ujar Muhaimin.

    Selang 10 menit setelah Muhaimin pergi, Suharso Monoarfa datang sendirian, membawa semacam map. Dia tidak mengatakan apapun ketika tiba. Kurang lebih satu jam berlalu, Suharso keluar dari kantor DPP Nasdem pada pukul 15.00. Pernyataan bekas Wantimpres itu serupa dengan Muhaimin, bertemu Surya untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Namun, Suharso tak berkelit ketika ditanya soal pembahasan soal paket MPR dalam pertemuan itu. "Ada sedikit-sedikit," ujar Suharso sambil tersenyum.

    Malam hari, sekitar pukul 18.40, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto juga tiba. Ia ditemani dua petinggi Golkar, yakni; Rizal Mallarangeng dan Melchias Marcus Mekeng. Dia datang tanpa berbicara apapun. Setelah pertemuan berlangsung sekitar satu jam, Airlangga pergi buru-buru tanpa mau meladeni wawancara wartawan. "Nanti aja (nanya-nanya), saya balik lagi," ujar Airlangga sambil berlalu menaiki mobilnya.

    Sekitar setengah jam setelah Airlangga pergi, Suharso Monoarfa tiba-tiba datang lagi ke kantor DPP Nasdem. "Saya dipanggil lagi ini," ujar Suharso sambil berjalan tergesa-gesa menuju lift untuk sampai ke ruang kerja Surya Paloh.

    Tak lama kemudian, Sekretaris Jenderal Nasdem Johnny G. Plate turun. Katanya, ingin menyambut kedatangan Airlangga Hartarto. Benar saja, Airlangga kembali lagi, Muhaimin Iskandar juga. Meskipun, kehadiran Muhaimin tidak ada yang menyadari dan tiba-tiba dia sudah ada di ruangan konferensi pers.

    Di depan media, keempat para ketua umum partai itu kompak berbicara mengenai upaya menjaga soliditas KIK. Ketika ditanya apakah koalisi merasa ada yang datang menggoyang, sehingga tiba-tiba kompak bicara soliditas, Surya Paloh tidak menjawab lugas. "Kami sesungguhnya hanya mengingatkan, betapa pentingnya suatu proses yang telah kami lalui bersama sebagai partai-partai koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf ini membuahkan suatu hasil seperti yang saudara ketahui. Baik itu di Pileg maupun Pilpres," ujar bos media grup itu.

    Menurut Paloh, setelah melewati proses itu, sayang sekali jika soliditas partai KIK tidak dijaga. "Untuk menjaga ini tidak dengan take it for granted.” Koalisi sudah mengalami semua proses dengan suka duka dan memiliki modal besar untuk tetap menjalin keutuhan.

    Pertemuan ketua umum partai koalisi Jokowi - Ma'ruf  terjadi di tengah isu perebutan kursi ketua MPR antarpartai koalisi. PDIP dan PPP sebelumnya menyatakan dalam posisi terbuka membahas kemungkinan partai nonkoalisi bergabung dalam satu paket MPR.

    Lima partai koalisi Jokowi - Ma'ruf yang lolos ke parlemen  yakni: PDIP, Golkar, PKB, Nasdem dan PPP. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak hadir dalam pertemuan itu.

    Paloh mengatakan bahwa Mega tengah sibuk mempersiapkan kongres PDIP yang akan digelar Agustus mendatang, sehingga tidak bisa hadir. "Nanti kami cari waktu lagi duduk dengan Mbak Mega, lima orang atau semua ketua umum.” Harapannya punya perspektif dan pikiran yang sama.

    Suharso mengatakan dalam pertemuan itu, empat ketua umum partai telah menyamakan persepsi menuju pemerintahan Jokowi-Ma'ruf mendatang. Suharso mengisyaratkan empat partai menutup pintu bagi oposisi bergabung. "Kami ingin soliditas koalisi itu terjaga. Dan bagaimana kami mengantisipasi adanya pikiran-pikiran apakah diperlukan perluasan keanggotaan dari koalisi dan seterusnya," ujar Suharso di kantor DPP Nasdem pada Senin, 22 Juli 2019.

    Dalam pertemuan itu, ujar Suharso, empat ketua umum partai berkesimpulan untuk sementara ini, koalisi Jokowi-Ma'ruf belum mengagendakan pembicaraan tentang perluasan keanggotaan koalisi. "Belum ada waktunya," ujar Suharso.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.