Alumni IPB Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Sukabumi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jasad seorang wanita tanpa pakaian yang diduga korban pembunuhan ditemukan di pinggir sawah Kampung Bungbulang Selaeurih, Kota Sukabumi, Jawa Barat pada Senin, 22 Juli 2019. Perempuan yang diduga jadi korban pembunuhan itu diketahui merupakan alumni Institut Pertanian Bogor atau IPB.

    "Keponakan saya ini informasinya hendak pulang dari Bogor ke rumahnya di Cianjur, Jabar setelah mendaftar untuk melanjutkan kuliah S1 di IPB. Namun, pada Minggu (21/7) malam kami kehilangan kontak tahu-tahu dapat kabar bahwa ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan," kata paman korban Gunalan, saat ditemui di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Selasa, 23 Juli 2019.

    Gunalan mengatakan sebelum hilang kontak, keluarga dan rekan korban sempat berkomunikasi. Saat itu, korban bernama Amelia Ulfa, 22 tahun, mengaku ketakutan karena kendaraan umum yang dinaikinya dari arah Bogor menuju Cianjur, kosong.

    Namun, setelah pukul 22.00 WIB pada Minggu (21/7) nomor handphone korban tidak bisa dihubungi lagi dan langsung hilang kontak. Sebab tidak ada kabar, pihak keluarga langsung mencoba melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

    Sebelumnya pada Senin, 22 Juli 2019 sekitar pukul 06.30 WIB, warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum digegerkan dengan penemuan mayat wanita yang nyaris tanpa pakaian di pinggir sawah Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum.

    Temuan jenazah wanita ini juga sampai ke telinga keluarga korban. Bahkan hasil penelusuran posisi terakhir sinyal telepon seluler milik alumni IPB ini berada di Sukabumi. Tentu semakin menguatkan kecurigaan keluarga korban untuk datang ke Sukabumi, dan benar saja saat jasad wanita itu adalah Amelia Ulfa.

    "Kami curiga Amel diculik dan dirampok, kemudian jasadnya dibuang di Sukabumi dan mudah-mudahan Amel bukan korban perkosaan. Karena saat ditemukan barang miliknya hilang seperti handphone, laptop dan lainnya hanya tersisa uang Rp1.000," kata Gunalan.

    Kapolres Sukabumi Kota Ajun Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan memang dari hasil otopsi dan visum et repertum oleh dokter forensik RSUD R Syamsudin SH, sebelum meninggal korban mengalami kekerasan fisik terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.