Gerindra Jagokan Sekjen Ahmad Muzani Jadi Ketua MPR

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam seminar kebangsaan di Hotel Santika Depok, 5 Oktober 2018. TEMPO/Friski Riana

    Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam seminar kebangsaan di Hotel Santika Depok, 5 Oktober 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Gerindra Majelis Permusyawaratan Rakyat, Fary Djemy Francis menyebut nama koleganya, Ahmad Muzani sebagai sosok yang layak menjadi ketua MPR. Fary berpendapat, sekretaris jenderal Partai Gerindra yang kini juga menjabat sebagai wakil ketua MPR itu bisa menyatukan dan diterima semua fraksi yang ada di parlemen.

    "Salah satunya Pak Muzani, yang selama ini bisa diterima oleh semua fraksi," kata Fary di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.

    Fary menyampaikan, nama Muzani diperbincangkan sebagai kandidat ketua MPR di internal Gerindra. Namun dia berujar keputusan terakhir ada di tangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

    "Itu hak prerogatif ketua umum. Itu tadi Pak Muzani kan pembicaraan internal," ujarnya.

    Fary sebelumnya mengatakan partainya layak mendapatkan posisi ketua MPR. Dia beralasan, hal ini berkaca dari pengalaman selama satu dekade terakhir.

    "Kalau ditanya apakah Gerindra inginkan pimpinan, ya pengalaman untuk menjadi ketua MPR juga dipimpin oleh oposisi untuk menjaga keseimbangan itu memungkinkan bagi kita," kata Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat ini.

    Tatkala Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin pada 2009-2014, jabatan ketua MPR diduduki tokoh partai oposisi, yakni Taufik Kiemas dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Adapun di era Presiden Joko Widodo periode 2009-2014, yang menjadi ketua MPR adalah Zulkifli Hasan dari Partai Amanat Nasional. Menurut Fary, hal tersebut dilakukan demi menjaga keseimbangan.

    "Kalau pola ini kita jaga terus ya kemungkinan bahwa Gerindra bisa menjadi ketua MPR, ya sah saja, dan jalan kok lima tahun dengan partai oposisi yang jadi ketua MPR," kata Fary.

    Fary mengatakan partainya siap menjalin komunikasi dengan partai-partai lain untuk membentuk paket pimpinan MPR. Dia berujar komunikasi tak tertutup dengan partai-partai eks pengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saja, tetapi termasuk dengan partai koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

    "Tim lobi yang berkoordinasi dengan partai-partai sudah jalan. Ada dibangun komunikasi itu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.