Ungkit Era SBY 2009-2014, Demokrat Juga Incar Posisi Ketua MPR

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menunjukkan surat suara saat menggunakan hak suaranya dalam Pemilu serentak 2019, di salah satu TPS, di Singapura, Kamis, 14 April 2019. SBY berada di Singapura untuk mendampingi istrinya yang sedang dirawat. ANTARA/Anung

    Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menunjukkan surat suara saat menggunakan hak suaranya dalam Pemilu serentak 2019, di salah satu TPS, di Singapura, Kamis, 14 April 2019. SBY berada di Singapura untuk mendampingi istrinya yang sedang dirawat. ANTARA/Anung

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat menyusul sejumlah partai lainnya yang blak-blakan menginginkan posisi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarifuddin Hasan mengatakan partainya berpeluang mengajukan paket ketua MPR dengan partai lain termasuk partai-partai dari koalisi Jokowi - Ma'ruf Amin.

    "Kami memang sebenarnya juga ingin gitu ya, tetapi kita lihat nanti perkembangannya," kata Syarief di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019. Menurut dia, untuk dapat meraih kursi ketua MPR diperlukan lobi politiknya bagaimana fraksi dan pimpinan-pimpinan partai politik lainnya.

    Demokrat, kata Syarif memiliki sejarah kedekatan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam hal kepemimpinan di parlemen. Pada kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode 2009-2014, posisi DPR dijabat politikus Demokrat yakni Marzukie Ali. Posisi ketua MPR diberikan kepada PDIP yakni Taufik Kiemas (almarhum).

    Mengingat PDIP dipastikan menempati jabatan ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Syarief menilai partainya layak mendapatkan posisi ketua MPR. Dia pun tak menutup kemungkinan Demokrat membentuk paket bersama PDIP. "Kalau saja itu terjadi pengulangan sejarah, saya pikir baik untuk bangsa.”

    Jika partai lain setuju dan PDIP juga setuju, ia berharap ketua DPRnya PDIP. “Mungkin bagus juga kalau MPRnya dijabat Partai Demokrat."

    Syarief mengklaim Demokrat memiliki banyak kader yang bisa diajukan untuk menjadi ketua MPR. Dia pun menyebut Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sudah memikirkan siapa calon yang akan ditawarkan untuk menempati posisi itu. "Tinggal menunggu waktunya saja, kapan untuk dimulai lobi-lobi fraksi dan lobi-lobi antarketua umum."

    Pernyataan Syarief ini menambah daftar panjang partai-partai yang mengincar posisi ketua MPR. PKB dan Golkar sejak awal blak-blakan berebut posisi ketua MPR. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto bahkan mengklaim sudah melakukan lobi-lobi untuk mendapatkan jabatan itu. Begitu pula dengan Partai Nasdem.

    Belakangan, Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid mengklaim partainya layak mendapatkan jabatan ketua MPR sebagai bagian rekonsiliasi. Sodik mengatakan wacana rekonsiliasi itulah yang membuat Prabowo mau bertemu Presiden Jokowi meski dikecam oleh sebagian pendukungnya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.