Keluarga Peretas Whatsapp Dirut Tempo Datang Meminta Maaf

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga pelaku peretasan Whatsapp Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk Toriq Hadad mendatangi kantor Tempo di Palmerah Barat, Jakarta, pada Jumat 19 Juli 2019 untuk meminta maaf. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Keluarga pelaku peretasan Whatsapp Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk Toriq Hadad mendatangi kantor Tempo di Palmerah Barat, Jakarta, pada Jumat 19 Juli 2019 untuk meminta maaf. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sharir, 37 tahun, hanya bisa tertunduk lesu saat mendatangi kantor Tempo di Palmerah Barat, Jakarta, Jumat, 19 Juli 2019. Laki-laki yang mengenakan kaus dan celana hitam serta sandal jepit putih-hijau itu tak banyak berkata-kata dibanding dua pria lain di sebelah kanan dan kirinya.

    Suaranya tercekat saat menceritakan kembali pertemuannya dengan Nakir, adiknya yang ditahan di Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. "Dia menangis, minta maaf, bilang sudah tobat," kata Sharir.

    Sharir adalah kakak dari Nakir, pelaku penipuan yang meretas Whatsapp Direktur Utama PT Tempo Inti Media, Tbk., Toriq Hadad. Dari peretasan itu, Nakir mengaku sebagai Toriq lalu melakukan penipuan terhadap kolega Toriq, Arfan. Dia berhasil menangguk Rp 5 juta dari aksi itu.

    Nakir ditangkap di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9 Juli lalu. Sebelum meringkus Nakir, polisi terlebih dulu menangkap Sukmawati, kekasih Nakir yang berperan mengambil dana hasil penipuan dari ATM. Sukmawati ditangkap di rumahnya di Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan.

    Nakir dan Sukmawati kini ditahan di Kepolisian Metropolitan Jakarta Raya. Keduanya dijerat dengan Pasal 30 jo Pasal 46 dan/atau Pasal 36 jo Pasal 51 ayat (2) dan/atau Pasal 35 jo Pasal 51 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

    Sharir mengaku datang jauh-jauh dari kampungnya di pelosok Palopo, Sulawesi Selatan, untuk melihat adiknya yang diterungku. Bekerja sebagai petani penggarap, Sharir mengatakan bisa sampai ibu kota dengan ongkos hasil urunan kerabat-kerabatnya. Dia sekalian ingin meminta maaf kepada Toriq yang telah menjadi korban ulah adik ketiganya itu.

    Bersama Sharir, hadir pula kakak dan sepupu Sukmawati, Haripuddin dan Nugraha. Dua bersaudara ini bercerita sebenarnya amat berang dengan kelakuan Nakir yang menyeret-nyeret Sukmawati ke bui. Namun, mereka mengaku tak tega membiarkan Sharir sendirian di Jakarta.

    "Kami sebetulnya kesal sama Nakir, tapi kasihan kakaknya. Ini dia bertani sekolahkan Nakir tapi begitu dia punya kelakuan," kata Haripuddin.

    Seperti Sharir, Haripuddin dan Nugraha ingin meminta maaf atas kelakuan Sukma dan Nakir. "Syukur sekali kami diterima, kami pikir ini orang besar mana mau didatangi sama pelaku," kata Nugraha.

    Selama sekitar satu jam, mereka terus menerus mengulang permintaan maaf tersebut. Haripuddin juga bercerita bahwa Nakir sedianya akan melamar Sukma bulan depan, dan menikah tak lama setelahnya.

    Menurut Nugraha, Sukma sebenarnya tak pernah tahu-menahu ihwal penipuan yang dilakukan sang pacar. Perempuan 25 tahun yang bekerja sebagai penjaga toko aksesoris handphone itu tak pernah tahu atau ikut menikmati uang hasil penipuan Nakir.

    "Kalau dia diminta narik enggak pernah dia ambil barang lima puluh ribu," kata Nugraha.

    Toriq Hadad menyatakan bersimpati kepada keluarga pelaku yang jauh-jauh datang ke kantor Tempo. Selanjutnya, Toriq menyerahkan proses penanganan perkara tersebut kepada pihak penegak hukum. "Karena ini perkara pidana, maka hal ini sudah menjadi urusan hukum negara. Saya dan kita semua mesti mematuhinya," kata Toriq.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.