Wiranto Sebut Benny Wenda Hanya Cari Perhatian Internasional

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto berbicara pada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 25 Juni 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto berbicara pada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 25 Juni 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta  Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto menyatakan anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat Benny Wenda hanya mencari perhatian dunia internasional.

    “Mereka berusaha seperti itu, untuk mendapatkan perhatian internasional,” kata Wiranto di Kantor Kemenkopolhukan di Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.

    Wiranto menegaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah menyampaikan jika Indonesia tetap mendapatkan dukungan dari pemerintah Inggris soal Papua.

    “Kalau satu dan dua orang itu biasa, dari tahun ke tahun hanya untuk cari perhatian saja, tidak usah dipusingkan,” ujar Wiranto.

    Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menyarankan pemerintah Indonesia tidak perlu menanggapi persoalan tentang Benny Wenda yang sedang ramai dibicarakan saat ini.

    "Menurut saya pemerintah tidak perlu merespon terkait apa pun penghargaan yang diberikan kepada Benny Wenda," kata Hikmahanto di Kantor Kemenpolhukam Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.

    Sebelumnya dikabarkan Dewan Kota Oxford, Inggris memberikan penghargaan kepada Benny Wenda, anggota kelompok gerakan separatis Kemerdekaan Papua Barat.

    Hikmahanto mengatakan sebaiknya pemerintah tidak perlu memikirkan penghargaan itu, karena pemerintah Inggris sudah membuat pernyataan mereka mengakui integritas dari NKRI.

    Selain itu, Pemerintah Inggris juga mengatakan jika Dewan Kota Oxford tidak mewakili suara dari pemerintah Inggris.

    "Jika pemerintah kita memberikan perhatian, justru memberikan ruang kepada Benny Wenda untuk bermanuver melalui cara-cara diplomasi," kata alumni University of Nottingham itu.

    Hikmahanto mengatakan Benny Wenda telah mencoba beberapa cara diplomasi, diantaranya membawa resolusi pengakuan rakyat Papua ke PBB, namun gagal.

    Selain itu, Benny Wenda diketahui terakhir kali mengikuti salah satu negara di Pasifik bertemu dewan HAM PBB. Pemerintah Indonesia memprotes negara tersebut yang memasukkan Wenda di dalam delegasi.

    Hikmahanto menegaskan Benny Wenda menggunakan cara diplomasi dengan memanfaatkan negara-negara Pasifik atau pun cara-cara yang dapat menarik perhatian dunia internasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.