Luhut Pandjaitan Dikabarkan Temui Airlangga dan Bamsoet Kemarin

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus senior Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan dikabarkan telah bertemu dengan dua sosok yang berniat maju sebagai calon ketua umum partai Golkar, yakni Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. Luhut Pandjaitan bertemu keduanya secara terpisah kemarin, Rabu, 17 Juli 2019.

    Airlangga bertemu Luhut sekitar pukul 11.00 WIB. Pertemuan berlangsung di kantor Luhut di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat. Menurut sumber Tempo yang mengetahui pertemuan tersebut, Airlangga bertemu Luhut selama sekitar setengah jam.

    Adapun Bamsoet bertemu Luhut malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB. Pertemuan juga berlangsung di kantor Kemenko Maritim.

    Kabar ini dibenarkan oleh politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai yang juga tim sukses Bamsoet untuk maju sebagai caketum Golkar. "Benar pertemuan itu ada. Tapi isinya apa kan cuma mereka yang tahu," kata Yorrys ketika dikonfirmasi, Kamis, 17 Juli 2019.

    Plh Ketua Umum Golkar, Ibnu Munzir, mengaku tak tahu ihwal pertemuan tersebut. "Saya belum tahu, ini sedang rapat," kata dia ketika dihubungi.

    Bamsoet telah mendeklarasikan dirinya sebagai calon ketua umum Partai Golkar. Deklarasi berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 17 Juli 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.