Bersinergi Turunkan Hotspot Lahan Gambut Hingga 92 Persen

Bersinergi Turunkan Hotspot Lahan Gambut Hingga 92 Persen.

INFO NASIONAL — Pada 2009 lalu, Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca nasional setidaknya 26 persen pada 2020. Kemudian, dalam Intended Nationally Determined Contribution (INDC) tahun 2015, Indonesia meningkatkan janji sukarela untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 29 persen atas usaha sendiri dan hingga 41 persen dengan dukungan internasional pada 2030. Angka ini melebihi dari skenario business as usual (BAU).

Salah satu yang berperan penting dalam penurunan emisi gas rumah kaca adalah lahan gambut. Lahan gambut tropis merupakan penyimpan karbon yang sangat penting baik dalam skala lokal, regional, maupun global. Semakin berkurangnya jumlah area hutan gambut menyebabkan lepasnya karbon ke atmosfer dan semakin mengurangi kekayaan biotik. Indonesia memiliki hampir 15 juta hektare lahan gambut. Namun, ketika terjadi bencana kebakaran pada 2015, hampir setengahnya mengalami kerusakan. 

Untuk melakukan restorasi lahan gambut, pemerintah membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) yang mulai beroperasi pada 2016. Salah satu daerah prioritas yang menjadi perharian BRG adalah Kalimantan Tengah. “Kalteng memiliki sekitar 2,8 juta hektare lahan gambut. Karena bencana pada 2015 lalu sekitar 583 ribu hektare mengalalami kerusakan,” ujar Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri yang juga merupakan Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Provinsi Kalteng. Sebagai catatan, tambahnya, daerah yang dicalonkan sebagai ibu kota baru tidak berada di area lahan gambut.

Kembali terkait restorasi lahan gambut, lanjut Fahrizal Fitri, menjadi salah satu fokus tujuan pemerintah. “Kami bersama stakeholders termasuk BRG bersinergi untuk melakukan restorasi lahan yang rusak di mana selain sebagai langkah menjaga lingkungan juga salah satu upaya untuk menyejahterakan masyarakat. Di Kalteng, 10 dari 11 kabupaten/kota memiliki lahan gambut dan sebagian masyarakat hidup berdampingan dengan lahan gambut,” katanya. 

Dalam proses restorasi ini dilakukan langkah rewetting, revegetation, dan revitalization. “Hasilnya, awalnya sudah terlihat signifikan. Ketika pada 2015 lalu tercatat ada 11 ribuan hotspot pada 2017 jumlahnya turun hingga 92 persen. Kemudian luas lahan terbakar turun sebesar 98 persen,” ujar Fahrizal Fitri. Di Kalteng juga telah dibangun lebih dari tiga ribu sumur bor sebagai saran pendukung proses pembasahan lahan. “Selain itu, kami membangun kelompok masyarakat peduli api yang menjadi garda terdepan bila ditemukan titik api di lahan gambut,” ujar Fahrizal Fitri.

Terkait sinergi dengan BRG, Fahrizal mengaku sangat terbantu dengan keberadaan badan yang mengkhususkan kerjanya fokus pada restorasi lahan gambut ini. “Kami sangat terbantu dengan BRG. Dengan pendampingan dan supervisi yang diberikan serta edukasi kepada masyarakat yang selama ini sangat membantu kami kalam upaya merestorasi lahan gambut yang rusak dan menjaga kondisi lahan gambut di Kalteng secara keseluruhan,” ujarnya. Harapan ke depannya, lanjutnya, sinergi dan kolaborasi ini terus berjalan.  

Lebih lanjut mengenai BRG silakan kunjungi https://brg.go.id/ (*)






Guru TIK Batam Makin Melek Digital

36 hari lalu

Guru TIK Batam Makin Melek Digital

Kemenkominfo Menyelenggarakan Kelas Literasi Digital dalam Bimbingan Teknis untuk MeningkatkanKompetensi Guru TIK di Kota Batam


Semakin Mudah, LRT, Bus, dan Angkot di Palembang Sudah Terintegrasi

27 Februari 2022

Semakin Mudah, LRT, Bus, dan Angkot di Palembang Sudah Terintegrasi

Integrasi memudahkan aksesibilitas dan meningkatkan kenyamanan masyarakat menggunakan angkutan umum perkotaan di Palembang dan sekitarnya.


Gus Muhaimin Rajut Spirit Perjuangan Kiai Abbas di Pesantren Buntet Cirebon

27 Februari 2022

Gus Muhaimin Rajut Spirit Perjuangan Kiai Abbas di Pesantren Buntet Cirebon

Gus Muhaimin mengaku spirit perjuangan Kiai Abbas akan terus dikenang sepanjang masa.


Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota Utamakan Nelayan Kecil

27 Februari 2022

Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota Utamakan Nelayan Kecil

Kuota tersebut dimanfaatkan untuk nelayan lokal, bukan tujuan komersial (penelitian, diklat, serta kesenangan dan rekreasi), dan industri


BNI Siapkan Layanan Beyond Banking untuk 8 Juta Diaspora Indonesia

19 Februari 2022

BNI Siapkan Layanan Beyond Banking untuk 8 Juta Diaspora Indonesia

Kolaborasi diaspora dengan perbankan nasional merupakan upaya untuk terus menciptakan banyak peluang investasi di luar negeri.


Mesin ATM BNI di Kantor Rans, Pakar: Strategi Bank Genjot Literasi Keuangan

19 Februari 2022

Mesin ATM BNI di Kantor Rans, Pakar: Strategi Bank Genjot Literasi Keuangan

Heboh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang mendapatkan kado ulang tahun mesin ATM dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).


Bamsoet Optimistis Pengaspalan Kembali Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika Segera Selesai

19 Februari 2022

Bamsoet Optimistis Pengaspalan Kembali Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika Segera Selesai

Tes pramusim MotoGP yang telah digelar pada 11 Maret 2022 menjadi pelajaran penting menghadapi race MotoGP pada 18-20 Maret 2022 nanti.


Dukung KTT G20, PLN Tambah 2 Pembangkit Perkuat Listrik Bali

19 Februari 2022

Dukung KTT G20, PLN Tambah 2 Pembangkit Perkuat Listrik Bali

Kesuksesan penyelenggaraan G20 Indonesia akan menjadi bukti keandalan listrik PLN dalam mendukung kegiatan berstandar dunia.


HNW: Sebaiknya Pemerintah Segera Mencabut Permenaker 2/2022

19 Februari 2022

HNW: Sebaiknya Pemerintah Segera Mencabut Permenaker 2/2022

Sikap yang memaksakan tetap berlakunya Permenaker 2/2022 itu bisa menciderai nilai kemanusiaan dan keadilan dalam Pancasila.


Anggota DPR Imbau Pelibatan Pelaku UMK untuk Pengadaan Barang dan Jasa

13 Februari 2022

Anggota DPR Imbau Pelibatan Pelaku UMK untuk Pengadaan Barang dan Jasa

Caranya dengan terus mendorong pelaku UMK ini dapat masuk ke dalam ekosistem pengadaan barang/jasa yang dikembangkan LKPP melalui Katalog Elektronik.