Wakapolda Jabar Mundur dari Seleksi Capim KPK

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat calon pimpinan KPK mengikuti ujian kompetensi di Pusdiklat Kemensetneg, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. Ujian kompetensi ini diikuti oleh sebanyak 192 orang kandidat calon. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kandidat calon pimpinan KPK mengikuti ujian kompetensi di Pusdiklat Kemensetneg, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. Ujian kompetensi ini diikuti oleh sebanyak 192 orang kandidat calon. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Brigadir Jenderal Akhmad Wiyagus mengundurkan diri dari seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK) periode 2019-2023. Belum diketahui alasannya mengundurkan diri.

    "Satu dari kepolisian mengundurkan diri, Pak Wiyagus," kata Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK, Yenti Garnasih, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekretariat Negara, Cilandak, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.

    Wiyagus adalah satu dari 11 perwira kepolisian yang lolos pada tahap administrasi seleksi capim KPK. Kabar ia mengundurkan diri diketahui saat pansel menggelar uji kompetensi yang diadakan hari ini di Pusdiklat Sekneg. Yenti belum tahu alasannya undur diri. "Kami juga baru tahu," kata dia.

    Selain Wiyagus, ada tiga calon yang tidak mengikuti tahap tes uji kompetensi. Dua di antaranya tidak hadir tanpa keterangan, sementara satu calon menyatakan terlambat datang. Pansel, kata Yenti, tak mentoleransi keterlambatan. Sehingga ketika orang itu dinyatakan gugur.

    Walhasil tinggal 188 capim yang mengikuti uji kompetensi hari ini. Mereka bakal menjalani dua jenis tes, yakni pilihan ganda dan essay. Kedua tes itu akan menguji pengetahuan para peserta mengenai pemberantasan korupsi, dari aspek pencegahan, manajemen, dan hubungan kelembagaan. Pansel berharap setidaknya ada 50 calon yang lolos pada tahap ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.