KPK Bantah Novel Baswedan Gunakan Wewenang Secara Berlebihan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 26 April 2019. Organisasi hak asasi manusia Amnesty International menyatakan siap membawa isu tentang penyiraman air keras terhadap penyidik KPK ke ranah internasional misalnya pada kongres parlemen di Amerika Serikat. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 26 April 2019. Organisasi hak asasi manusia Amnesty International menyatakan siap membawa isu tentang penyiraman air keras terhadap penyidik KPK ke ranah internasional misalnya pada kongres parlemen di Amerika Serikat. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode Muhammad Syarif menyangkal tudingan tim pencari fakta bentukan Polri bahwa Novel Baswedan menggunakan kewenangan yang berlebihan dalam menjalankan tugasnya. Menurut Syarif, penyidik komisi antikorupsi menggunakan wewenang sesuai hukum acara yang berlaku.

    “Jadi tidak ada perbuatan penggunaan wewenang secara berlebihan itu,” kata dia kepada wartawan, Rabu, 17 Juli 2019.

    Sebelumnya, tim pencari fakta bentukan menyebut motif penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan adalah balas dendam. Menurut tim, balas dendam itu dipicu oleh penggunaan wewenang secara berlebihan.

    Juru bicara tim Nur Kholis mengatakan penggunaan wewenang yang berlebihan membuat Novel menjadi musuh sejumlah pihak yang berperkara di KPK. Tim meyakini motif balas dendam ini terkait dengan kasus korupsi yang tengah ditangani penyidik senior KPK itu.

    Novel Baswedan menyangkal tudingan tersebut. Dia menganggap tim tengah berakrobat dengan menuding dirinya yang macam-macam. Adapun Syarif meminta semua pihak tetap fokus untuk menemukan pelaku penyiraman. “Bukan mencari alasan atau membangun isu lain,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.