Menjelang Agustusan, Pemerintah Gelar Lomba Hias Gapura

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah lampion yang biasa digunakan untuk merayakan Tujuh Belas Agustusan dibuat di Malang, Jawa Timur, 7 Agustus 2014. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Sejumlah lampion yang biasa digunakan untuk merayakan Tujuh Belas Agustusan dibuat di Malang, Jawa Timur, 7 Agustus 2014. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang hari kemerdekaan Indonesia ke-74 pemerintah mengadakan festival Gapura Cinta Negeri. Festival ini bertujuan untuk membangun persatuan melalui pembangunan gapura, selepas hiruk-pikuk pemilu 2019.

    “Dicanangkannya festival Gapura Cinta Negeri, jadi tadi telah disampaikan oleh bapak Sekretaris Sekretariat Negara, disebutkan karena kita baru saja menyelanggaran pemilu panjang,” kata Ketua festival Hadi Prabowo di Lobby Utama Sekretariat Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu 17 Juli 2019.

    Sekretariat Negara, bersama dengan Kominfo, Bekraf, Kemendagri, dan panitia festival meresmikan festival Gapura Cinta Negeri ini pada Rabu kemarin. Peresmian ini dihadiri oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkominfo Rudiantara, Ketua Bekraf Triawan Munaf, Koordinator Staf Khusus Teten Masduki, Ketua Festival Hadi Prabowo, Pengarah Festival Erick Thohir, dan Sekretaris Festival Wishnutama.

    Menurut Hadi, setiap menyambut tanggal 17 Agustus warga Indonesia banyak yang memiliki tradisi mendirikan atau menghias gapura. Maka pemerintah berinisiatif untuk mengangkat tradisi itu ke tingkat nasional dan dilombakan.

    Ada dua kategori lomba dalam festival ini. Kategori umum dan khusus. Kategori umum ditujukan untuk peserta tingkat RT dan RW, dengan satu juara terbaik, dan sepuluh juara terpilih. Kategori khusus ditujukan untuk peserta dari instansi, BUMN, instansi pendidikan dan perguruan tinggi. Hanya ada tiga juara dari kategori ini. Ditambah satu juara favorit pilihan masyarakat, dari dua kategori.

    “Kemudian kepaniteraan telah pula dibentuk kepanitiaan. Nah, dalam pelaksanaan itu ada 80 juri, yang akan menilai seberapa jumlah yang masuk dalam lomba itu akan dilakukan penilaian,” kata Hadi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian dalam Negeri ini.

    Lini masa lomba, setelah dimulai pada Rabu, 17 Juli dan berakhir pada 17 Agustus. Masa penilaian akan dimulai sejak 22 Agustus dan penganugerahan pemenang akan dilakukan pada 30 Agustus 2019. Pada hari penganugerahan 11 peserta terpilih dari kategori umum, tiga dari khusus, dan satu juara favorit, akan diundang bertemu dengan Presiden Jokowi.

    Lomba untuk kategori umum berhadiah piala bergilir dari presiden dan piagam. Untuk satu juara terbaik akan diberikan pula uang sebesar Rp 250 juta, sedangkan sepuluh lainnya masing-masing mendapat Rp 50 juta. Bagi tiga juara dari kategori khusus selain piala masing-masing akan mendapat Rp 50 juta. Lalu juara favorit akan mendapat piala dan hadiah senilai Rp 100 juta.

    Masyarakat yang ingin mendaftar, dapat mengakses www.gapuracintanegeri.com. Bagi pendaftar cukup menyertakan kartu identitas, dan dokumentasi berupa foto gapura, serta foto proses pembangunan gapura.

    Gapura yang didaftarkan bisa berupa gapura permanen maupun sementara. Untuk gapura sementara, minimal harus berdiri hingga 17 September 2019. “Yang sudah permanen tinggal dihias, yang belum permanen punya kelebihan untuk menata. Gapura (sementara) berdiri minimal sampai 17 September 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.