Mendagri Tjahjo Kumolo Panggil Wali Kota Tangerang Besok

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyambangi rumah Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, 5 Juni 2019. Tempo/Friski Riana

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyambangi rumah Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, 5 Juni 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, mengatakan akan memanggil Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah terkait perseteruannya dengan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. Tjahjo mengatakan akan memanggil Arief beserta Gubernur Banten Wahidin Halim besok siang untuk mengklarifikasi persoalan ini.

    “Besok siang. Dan kami juga akan memanggil Gubernur. Supaya ikut memberikan pembinaan,” kata Tjahjo di Sekretariat Negara, Jalan Veteran, Rabu 17 Juli 2019.

    Beberapa waktu lalu, Arief memutuskan tidak akan memberikan pelayanan di atas lahan milik Kemenkumham, tepatnya perkantoran di Kompleks Kehakiman dan Pengayoman, Tangerang. Pelayanan tersebut termasuk penerangan jalan umum, perbaikan drainase, dan pengangkutan sampah.

    Hal itu dilakukan Arief yang keberatan dengan pernyataan Yasonna bahwa Pemkot Tangerang, Banten, menghambat perizinan di lahan Kemenkumham.

    Tjahjo mengatakan, perseteruan ini adalah buntut dari miskomunikasi. Arief kata dia, seharusnya tidak boleh melakukan langkah demikian sebelum informasi terkonfirmasi dengan benar. Wali Kota pun menurutnya tidak boleh mengambil langkah sepihak, melakukan langkah yang merugikan publik seperti memutus air, dan listrik.

    “Sebagai kepala daerah juga harus berprasangka baik. Apalagi membuat kebijakan yang sifatnya emosional yang merugikan publik,” tutur Tjahjo.

    Sebelumnya Tjahjo juga mengatakan tindakan yang diambil Wali Kota Tangerang ini kurang elok. Menurutnya persoalan miskomunikasi tidak harus berujung pemutusan air, dan listrik.

    Saat ini pihak Kemenkumham telah menempuh jalur hukum. Tjahjo yakin langkah tersebut juga sudah dipikirkan dengan matang oleh Yasonna. “Saya yakin menteri hukum dan ham juga merasa tidak salah maka beliau berani melaporkan kepada polisi supaya dibuka secara hukum siapa yang salah,” ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.