PPP akan Memecat Habil Marati Jika Telah Terbukti Bersalah

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Habil Marati. TEMPO/Imam Sukamto

    Habil Marati. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Achmad Baidowi menegaskan bahwa Habil Marati masih menjadi kader partai berlambang Kabah itu. Habil, ujar Baidowi, baru akan dipecat jika putusan pengadilan sudah inkrah dan memutuskan yang bersangkutan terbukti bersalah.

    Habil berstatus tersangka tersangka karena diduga terlibat menjadi penyandang dana bagi mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Kivlan Zein dalam merencanakan pembunuhan empat tokoh nasional.

    "Kami menghormati asas praduga tak bersalah. Jadi tindakan PPP, ya, menunggu inkrah. Kalau diputuskan bersalah, ya, kami berhentikan," ujar Baidowi di kantor Dewan Pengurus Pusat PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019.

    Habil menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacaranya. Yusril tengah mengajukan penangguhan penahanan atas kliennya itu. Baidowi mengaku baru mengetahui ihwal Habil yang menunjuk Yusril sebagai pengacaranya. Sebab, menurutnya, PPP belum bisa berkomunikasi dengan Habil dan tidak mengetahui keberadaanya.

    "Kami baru bisa berkomunikasi dengan keluarganya, mereka meminta dibantu secara komunikasi hukum. Jujur, sampai sekarang kami masih enggak percaya. Masak Pak Habil begitu (penyandang dana)?," ujar pria yang akrab disapa Awiek itu.

    Komunikasi terakhir PPP dengan Habil, ujar Awiek, ketika monitoring pencalegan dia di Sulawesi Tenggara. "Setelah itu tidak ada komunikasi lebih lanjut, tahu-tahu berurusan dengan polisi, kan kami kaget," ujar Awiek.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.