Jokowi Minta Perwira Remaja TNI-Polri Kuasai Teknologi Terkini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberi pembekalan terhadap Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI dan Polri, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 15 Juli 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberi pembekalan terhadap Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI dan Polri, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 15 Juli 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para perwira remaja lulusan akademi TNI dan Polri yang baru saja dilantik mampu menguasai teknologi untuk menghadapi tantangan Indonesia ke depan semakin berat. Ia menjelaskan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta revolusi industri 4.0 telah mengubah cara-cara hidup masyarakat dunia.

    Perkembangan teknologi di satu sisi membantu pekerjaan kemiliteran dan kepolisian namun di sisi lain ada celah kejahatan yang muncul.  "Tetapi di saat yang sama juga menimbulkan jenis-jenis kejahatan baru yang menjadi tantangan kita bersama," kata Jokowi saat melantik perwira TNI dan Polri di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.

    Jokowi menjelaskan revolusi industri 4.0 menjadikan dunia penuh dengan distrupsi dan perubahan serta semakin kompleks. Banyak kejutan dan hal-hal yang jauh dari perkiraan manusia terjadi saat ini.

    Menurut mantan gubernur DKI Jakarta itu, karena tantangan yang sudah berubah itu maka cara menghadapinya pun harus menyesuaikan. Cara dan model lama dalam menyelesaikan masalah harus ditinggalkan.

    "Tidak ada pilihan lain bahwa kita harus cepat, harus fleksibel, harus cerdik, harus semakin menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Saudara-saudara juga harus mengikuti dan mengejar perkembangan jaman," tuturnya.

    Jokowi mencontohkan di dunia militer pasti ada perkembangan dalam strategi dan sistem persenjataan. Sedangkan personel kepolisian dituntut bisa memberantas kejahatan digital. "Semua harus dihadapi dengan respons yang cepat, cerdas, tepat, dan profesional, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.