Amien Rais: Beri Kesempatan ke Jokowi-Ma'ruf, 5 Tahun Kita Awasi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais didampingi Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo (kanan) dan Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais (kiri) menggelar konferensi pers menceritakan isi surat dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Daksa I Nomor 10, Jakarta Selatan, Senin, 15 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais didampingi Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo (kanan) dan Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais (kiri) menggelar konferensi pers menceritakan isi surat dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Daksa I Nomor 10, Jakarta Selatan, Senin, 15 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais mengajak Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tak usah bergabung ke pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sebaliknya, dia berpendapat agar presiden-wakil presiden terpilih itu diberi kesempatan menjalankan pemerintahan secara utuh.

    "Soal kekuasaan berikan kesempatan yang utuh ke Jokowi dan Ma'ruf Amin dengan menterinya, nanti lima tahun kita awasi," kata Amien di Jalan Daksa I Nomor 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 15 Juli 2019.

    Hal ini disampaikan Amien sekaligus menanggapi pertemuan Jokowi dan Prabowo yang berlangsung Sabtu pekan lalu, 13 Juli 2019. Menurut Amien, dia sepakat pertemuan itu menjadi rekonsiliasi antara dua kubu yang berkontestasi di pemilihan presiden 2019, asalkan tidak menjadi ajang bagi-bagi kekuasaan.

    Amien juga mewanti-wanti Prabowo untuk tak tergiur dengan tawaran jabatan apa pun dari kubu Jokowi. Dia beralasan demokrasi tetap memerlukan oposisi sebagai pengawas dan penyeimbang.

    Amien Rais pun mengisyaratkan agar Prabowo tetap menjadi oposisi di parlemen. Sebab menurut dia, legislatiflah yang harus mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah nantinya.

    "Kalau parlemen sebagian besar sudah jadi tukang cap stampel atau juru bicaranya eksekutif itu artinya lonceng kematian bagi demokrasi," kata politikus senior ini.

    Prabowo dan Jokowi bertemu pada Sabtu pekan lalu, 13 Juli 2019. Dalam pertemuan, keduanya menyatakan bahwa pilpres sudah rampung dan kini saatnya merajut persatuan.

    Namun sejumlah pendukung Prabowo menyatakan kekecewaan. Mereka menganggap Prabowo bakal bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi dan mendapatkan posisi-posisi tertentu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.