Ini Alasan JK Minta Anggota TNI - Polri Melek Teknologi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberi pembekalan terhadap Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI dan Polri, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 15 Juli 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberi pembekalan terhadap Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI dan Polri, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 15 Juli 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK meminta kepada anggota TNI dan Polri untuk lebih banyak menguasai teknologi. Hal ini tak terlepas dari masuknya era baru perang, yakni perang teknologi.

    "Dalam perang teknologi, yang menang adalah yang menguasai teknologi. Di militer, kepolisian, penguasaan teknologi adalah sesuatu yang penting," kata JK saat memberi pembekalan terhadap Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI dan Polri, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 15 Juli 2019.

    JK mengatakan Capaja TNI dan Polri ini merupakan masa depan kedua instansi keamanan negara. Tiap generasi memiliki tantangan sendiri dalam urusan keamanan. Untuk generasi saat ini dan ke depan, JK mengatakan urusan teknologi ini menjadi yang paling utama.

    Ia menyebut pemerintah telah berupaya mengejar ketertinggalan teknologi dari negara lain. Beberapa lembaga juga telah didirikan untuk menunjang tujuan ini. Salah satunya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

    "Mereka ditugaskan untuk melakukan research dan penguasaan dan penjabaran dari teknologi yang belum kita kuasai. Universitas-universitas di mana pun ditingkatkan research dan kemampuan teknologinya," kata JK.

    Tak hanya dari pemerintah. JK mengatakan upaya untuk memajukan penguasaan teknologi di Indonesia juga harus diiringi dengan dukungan perusahaan-perusahaan swasta, yang menyediakan teknologi yang lebih maju. "Tanpa itu, persaingan tak bisa kita menangkan," kata JK.

    Pembekalan yang dihadiri JK itu diikuti oleh 781 perwira. Mereka terdiri dari 259 TNI Angkatan Darat dengan komposisi 244 putra dan 15 putri, perwira Angkatan Laut berjumlah 117 orang yang terdiri dari 103 putra 14 putri, perwira Angkatan Udara berjumlah 99 perwira yang terdiri dari 9 putri dan 90 putra, danda 306 perwira polri dengan komposisi 256 putra dan 50 putri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.