Isu Tsunami, Ratusan Warga Halmahera Selatan Mengungsi ke Bukit

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. geo.tv

    Ilustrasi gempa. geo.tv

    TEMPO.CO, Ternate - Ratusan warga Labuha mengungsi karena ada isu bakal terjadi tsunami pasca gempa bumi bermagnitudo 7,2 yang mengguncang Halmahera Selatan, Minggu, 14 Juli pukul 18.10 WIT.

    Baca juga: Gempa Magnitudo 7.5 Terjadi di Timur Laut Maluku Utara

    Samad Abdurahim, warga Labuha, Halmahera Selatan mengatakan, sedikitnya ada 500 orang yang mengungsi ke bukit di Kota Labuha. Umumnya mereka adalah perempuan, anak-anak dan orang tua usia lanjut. “Mereka panik bakal terjadi tsunami. Sebab jarak antara gempa dengan peringatan tsunami sebelumnya dan saat ini tak begitu lama. Saya juga ikut ngungsi,” kata Samad yang dihubungi Tempo, Minggu 14 Juli 2019.

    Menurut Samad, saat ini warga masih bertahan diatas bukit disepanjang Labuha. Mereka datang dari enam desa. “Sekarang kami masih di gunung. Kami akan kembali setelah yakin kondisi sudah aman.”

    Janibah Umar, warga Desa Marabose, Labuha, Halmahera Selatan, mengatakan gempa yang menguncang Halmahera Selatan adalah yang paling besar dirasakan dalam lima tahun terakhir. Kata dia, masyarakat mengungsi karena didorong rasa panik oleh isu tsunami.

    “Kalau tidak ada isu tsunami, saya dan anak-anak tidak lari. Kami panik karena ada kabar terjadi tsunami,” ungkap Janibah.  

    Brigadir Jenderal Polisi Suroto, Kapolda Maluku Utara mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi ancaman bencana. Masyarakat diharapkan tidak percaya pada berita bohong yang beredar tampa sumber yang resmi.

    “Saya minta masyarakat waspada, tapi jangan panik dan mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Dan saat ini kami sudah menyiagakan anggota dan tetap menjaga keamanan,”ujar Suroto.

    Gempa bekekuatan 7,2 skala richter menguncang Halmahera Selatan, Maluku Utara, dan berpusat 63 km arah timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, dikedalaman 29 km.

    Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 0,56 lintang selatan dan 128,06 Bujur Timur. Gempa itu tergolong dangkal dan dirasakan kuat di daerah Obi dalam skala intensitas V MMI, Labuha III MMI, Manado, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, Sorong, Bolaang Mongondow II MMI.

    BUDHY NURGIANTO (Ternate)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.