Prioritas Nasional, Pemerintah Gencarkan Pelatihan Sektor Pariwisata

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menaker Hanif Dhakiri saat mengunjungi UPTD BLK Industri dan Pariwisata (BLK IP) di Denpasar, Bali pada Jumat, 12 Juli 2019. (Dok. Kemnaker)

    Menaker Hanif Dhakiri saat mengunjungi UPTD BLK Industri dan Pariwisata (BLK IP) di Denpasar, Bali pada Jumat, 12 Juli 2019. (Dok. Kemnaker)

    INFO NASIONAL — Pemerintah menjadikan sektor pariwisata sebagai prioritas pembangunan ekonomi nasional. Target membangun "10 Bali Baru" sebagai magnet wisata internasional pun telah dicanangkan.

    Untuk mendukung program prioritas tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan terus menggencarkan jenis-jenis pelatihan vokasi di sektor pariwisata yang diselenggarakan Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia.

    "Pariwisata ini kan prioritas nasional. Untuk itu, kejuruan pariwisata itu sarana-prasarananya akan terus kita tingkatkan dan jumlahnya pun kita genjot," kata Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri saat mengunjungi UPTD BLK Industri dan Pariwisata (BLK IP) di Denpasar, Bali, Jumat, 12 Juli 2019.

    Menaker Hanif mendukung program pelatihan pariwisata di BLK IP Bali yang telah memberikan dampak nyata terhadap pembangunan ketenagakerjaan. Hal itu dapat dilihat dari prestasi Provinsi Bali yang saat ini tercatat sebagai daerah dengan angka pengangguran terendah.

    "BLK Bali ini fokus pada pelatihan vokasi sektor pariwisata. Pas dengan industri pariwisata yang terus bekembang di Pulau Dewata itu," tutur Menaker.

    Untuk masifikasi penciptaan SDM kompeten di sektor pariwisata, Menaker Hanif mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas pelatihan vokasi. Baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta.

    "BLK dan LPK Swasta dievaluasi untuk memastikan kemampuannya dalam melakukan masifikasi pelatihan vokasi yang sesuai pasar kerja," kata Hanif.

    Direktur Bina Lembaga Pelatihan Kemnaker, Wiwit Windiana, menambahkan Kemnaker terus mendorong Balai Latihan Kerja milik Pemda untuk meningkatkan kualitas dan aksesbilitas pelatihan. Adapun, salah satu cara meningkatkan kualitas pelatihan tersebut adalah revitalisasi pelatihan di BLK daerah.

    "Jadi, sarana prasarana, program pelatihan, itu ditingkatkan kualitasnya sesuai dengan kebutuhan pasar kerja," kata Wiwit. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.