Prabowo Bertemu Jokowi, Sohibul: PKS Punya Sikap Politik Sendiri

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman, menggunakan hak pilihnya di TPS 245, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, 17 April 2019. Foto: Humas PKS

    Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman, menggunakan hak pilihnya di TPS 245, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, 17 April 2019. Foto: Humas PKS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman enggan berkomentar banyak mengenai pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo kemarin, Sabtu, 13 Juli 2019. Sohibul menganggap pertemuan itu biasa di dalam politik.

    "Itu pertemuan biasa saja, dan itu hak setiap tokoh partai politik," kata Sohibul melalui pesan kepada Tempo, Ahad  14 Juli 2019.

    Baca juga: Garbi Mau Jadi Partai, PKS: Bikin Partai Berat, Biar Kami Saja

    Sohibul mengatakan partainya menghormati pertemuan calon jagoannya di pemilihan presiden 2019 itu dengan Jokowi, capres lawan yang kemudian keluar sebagai pemenang. Namun Sohibul juga menegaskan partai dakwah memiliki sikap politiknya sendiri. "Ikuti terus saja dinamika politiknya."

    Pasca pilpres 2019, PKS menjadi satu-satunya partai eks koalisi Prabowo - Sandiaga Uno yang tegas menyatakan ingin berada di luar pemerintahan. Partai Gerindra, Demokrat, dan Partai Amanat Nasional kerap disebut-sebut berpotensi masuk ke pemerintahan.

    Dalam pelbagai kesempatan, sejumlah elite PKS menyatakan ingin tetap menjadi oposisi. Mereka juga menimbang suara konstituen. "Kami akan memperhatikan aspirasi masyarakat, karena konsistensi di perpolitikan Indonesia diperlukan hari ini," kata Mustafa di Jalan Sriwijaya I Nomor 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 28 Juni 2019.

    Prabowo dan Jokowi bertemu untuk pertama kalinya setelah pilpres 2019. Titik awal pertemuan berlokasi di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus. Keduanya naik moda transportasi anyar itu menuju Senayan, Jakarta Pusat.

    Baca juga: Tetap di Kubu Prabowo, PKS: Demokrasi Perlu ... 

    Di Stasiun MRT Senayan, Jokowi dan Prabowo memberikan pernyataan kepada wartawan. Jokowi berharap tak ada lagi sebutan 01 dan 02, begitu pula sebutan cebong untuk pendukung Jokowi dan kampret untuk pendukung Prabowo harus disudahi.

    "Tak ada lagi cebong dan tak ada lagi kampret yang ada adalah garuda, garuda Pancasila. Marilah kita rajut, kita gerakkan kembali persatuan sebagai sebuah bangsa karena kompetisi antar negara, kompetisi global sangat ketat sehingga butuh kebersamaan membangun negara," kata Jokowi, Sabtu, 13 Juli 2019.

    Prabowo mengucapkan selamat kepada Jokowi yang kembali terpilih sebagai presiden. Prabowo juga menyampaikan kesiapannya membantu, sekaligus meminta Jokowi maklum jika pihaknya mengkritik kebijakan pemerintah. "Kami siap membantu untuk kepentingan rakyat, kalau kami mengkritik sekali-sekali kan demokrasi butuh check and balance," kata Prabowo. Setelah memberikan pernyataan, Jokowi dan Prabowo lalu bersantap siang di Restoran Sate Khas Senayan di pusat perbelanjaan FX Sudirman.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.