Polri: Ada Kemajuan Besar dalam Penyelidikan Kasus Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 20 Juni 2019. Novel Baswedan, diperiksa penyidik dari Polda Metro Jaya dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sebagai saksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik senior KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 20 Juni 2019. Novel Baswedan, diperiksa penyidik dari Polda Metro Jaya dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sebagai saksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri mengklaim ada kemajuan luar biasa dalam perkembangan pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedaan. "Ada temuan baru akan disampaikan, ada progres yang jelas, kaitannya dengan barang bukti dan motif kasus Novel Baswedan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal   Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Ahad, 14 Juli 2019.

    Dedi mengaku belum tahu motif dan barang bukti temuan baru itu. "Saya belum tahu secara detail. Nanti." Menurut dia hal itu akan disampaikan secara gamblang oleh tim pakar. Tim pakar yang dimaksud Dedi adalah Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Polri resmi berakhir pada 7 Juli 2019.

    Baca juga: TGPF Ungkap Hasil Investigasi Kasus Novel Baswedan Pekan Depan

    Ia memastikan bahwa TGPF Novel Baswedan sudah tidak lagi bekerja menginvestigasi kasus. Mereka tinggal menyampaikan pencapaian upaya pengungkapan yang telah dilakukan dalam kurun waktu enam bulan itu. "Tim gabungan sudah selesai (bekerja). Nanti langsung diambil alih penyidik."

    Anggota TGPF Novel Baswedan, Nur Kholis mengatakan tim sudah selesai melakukan tugas sesuai dengan surat keputusan Kapolri. “Laporan kurang lebih 170 halaman dengan lampiran hampir 1.500 lampiran halaman," ujar Nur, di Mabes Polri, pada 9 Juli 2019.

    Baca juga: Polisi: Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan Sedang Susun Laporan

    Tim yang dibentuk berdasarkan surat bertanggal 8 Januari 2019 itu beranggotakan 65 orang. Sebanyak 52 di antaranya anggota Polri, 6 orang dari perwakilan KPK, dan 7 pakar dari luar kepolisian. Surat tugas menyelidiki kasus Novel Baswedan berlaku selama enam bulan sejak 8 Januari sampai 7 Juli 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.