Pembekalan Capaja, Tito Karnavian Bahas Potensi Konflik Indonesia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberikan pembekalan kepada Capaja TNI dan Polri, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat, 12 Juli 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberikan pembekalan kepada Capaja TNI dan Polri, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat, 12 Juli 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Memberi pembekalan terhadap 781 calon praja TNI - Polri, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan masih ada potensi konflik di Indonesia. "Saya berpendapat bahwa potensi pecah itu bisa terjadi, bukan kita pesimis tapi antisipasi," kata Tito dalam pembekalan, Jumat, 12 Juli 2019.

    Potensi konflik cukup besar jika mengingat posisi Indonesia sebagai negara kesatuan. Faktor internal dan eksternal menurut dia, sama-sama bisa menjadi pendorong terjadinya konflik.

    Baca juga: TGPF Ungkap Hasil Investigasi Kasus Novel Baswedan Pekan Depan

    Menurut Tito, dari faktor internal, konflik dapat terjadi karena masyarakat kelas menengah belum mampu mendominasi segala sektor. Padahal, masyarakat kelas menengah memiliki peran dominan dalam kekuatan suatu negara. Contohnya untuk ketahanan ekonomi.

    Ia mencontohkan Singapura yang memiliki masyarakat kelas menengah lebih dominan. "Kita harus jujur, kita belum mampu membuat demografi bangsa kita didominasi kelas menengah."

    Baca juga:Kapolri Tito Sayangkan Gundala Kalah Pamor dari Superman

    Tito Karnavian meminta agar masyarakat dapat lebih dewasa dalam berpolitik dan berdemokrasi. Jika faktor internal tercukupi, ia yakin otomatis potensi perpecahan konflik akan mengecil. "Dewasa dalam berdemokrasi, potensi konflik jadi lebih rendah karena kecukupan."

    Para Calon Perwira RemajaTNI dan Polri, yang hadir di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur itu akan diangkat menjadi perwira pada 16 Juli 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.