Menkeu dan Dirjen Bea Cukai Bilateral Meeting dengan WCO

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi dan Duta Besar Belgia Yuri Thamrin, lakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal World Customs Organization (WCO) di WCO Headquarters, Brussels, Belgia pada Kamis, 11 Juli 2019. (Dok. Bea Cukai)

    Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi dan Duta Besar Belgia Yuri Thamrin, lakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal World Customs Organization (WCO) di WCO Headquarters, Brussels, Belgia pada Kamis, 11 Juli 2019. (Dok. Bea Cukai)

    INFO NASIONAL — Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, bersama dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, dan Duta Besar Belgia, Yuri Thamrin, mengadakan bilateral meeting dengan Sekretaris Jenderal World Customs Organization (WCO) di WCO Headquarters, Brussels, Belgia, pada Kamis, 11 Juli 2019.

    Delegasi Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan WCO untuk Indonesia sebagai tuan rumah bersama konferensi TI WCO di Bali pada tahun 2020. WCO juga mendukung Indonesia untuk menjadi Wakil Ketua WCO Asia Pasifik periode tahun 2020/2022.

    Dari pertemuan ini, delegasi Indonesia juga memberikan beberapa rekomendasi agar membentuk kelompok penelitian bersama baru. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi beberapa diskusi dan bertukar pandangan di antara anggota, tentang barang-barang digital lintas batas khususnya untuk transaksi e-commerce. Nantinya kelompok kerja ini dapat bersinergi dengan organisasi internasional lainnya, seperti WTO dan UNCTAD untuk meneliti dan memperdalam beberapa masalah. Di antaranya fasilitas perdagangan, aspek keamanan data, penyediaan data statistik perdagangan, dan kepastian dalam hal pengenaan cukai/pajak dalam e-commerce.

    Tidak hanya mengemukakan rekomendasi, beberapa hal lain yang juga disampaikan dalam pertemuan ini, antara lain perlunya peluang kerja sama yang konkrit RI- =WCO, termasuk kerja sama kepabeanan untuk memerangi drugs traffickin. Selain itu, menaikkan peluang WNI profesional untuk bekerja di WCO, kesiapan Laboratorium dan Training Center Bea Cukai untuk dipromosikan sebagai accredited WCO Regional Office of Capacity Building Asia Pasific. Kemudian, perlunya WCO untuk membahas dan membuat guide line terkait intangible/digital goods, perlunya WCO mendorong EU untuk mau melakukan pertukaran data informasi PNR (Passenger Name Record), dan promosi kerja sama FLEGT melalui WCO. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.