Eks Dirut PDAM Pilih Dukung Ketua Kadin Maju ke Pilkada Surabaya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi TPS Pilkada. Dok TEMPO

    Ilustrasi TPS Pilkada. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Surabaya - Mantan Dirut Perusahaan Daerah Air Minum (PADM) Surya Sembada Surabaya periode 2006-2010 Muhammad Selim yang namanya masuk bursa calon wali kota Surabaya memilih mendukung Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya Jamhadi untuk maju di Pilkada Surabaya 2020. "Saya belum berminat. Saya dukung Jamhadi bila dia bersedia maju," kata M. Selim di Surabaya, Jumat, 12 Juli 2019.

    Diketahui seusai digelarnya Konferensi Cabang PDI Perjuangan Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Ahad 7 Juli 2019 muncul wacana Selim bersama Ketua Kadin Surabaya Jamhadi diusulkan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDI Perjuangan, Bambang DH, sebagai calon wali kota Surabaya 2020.

    Baca juga: Konflik PDIP Surabaya, Risma: Saya Tak Ngerti, Saya Tak Tau...

    Selim dianggap telah berhasil membawa PDAM mampu menghasilkan keuntungan bagi Pemkot Surabaya pada akhir 2010. Bahkan BUMD yang nyaris bangkrut itu di bawah kepemimpin Selim di akhir masa jabatan Bambang DH sebagai Wali Kota Surabaya membukukan keuntungan bersih Rp150 miliar setelah pajak.

    Akan halnya Jamhadi pengusaha sukses yang juga Ketua Kadin Surabaya. Selama Bambang DH sebagai Wali Kota Surabaya dalam kurun 2002-2010, Jamhadi diangkat sebagai staf ahli wali kota Surabaya dan juga Badan Pengawas PDAM Surabaya.

    Melalui Jamhadi dan Selim inilah PDAM yang merupakan BUMD milik Pemerintah Kota Surabaya mendapat predikat terbaik seIndonesia. Apalagi setelah tidak menjabat sebagai Dirut PDAM Surabaya, Selim mendapatkan posisi strategis sebagai Chief Executive Officer (CEO) di Moya Indonesia Holding (MIH ). MIH adalah salah satu usaha bidang air dari Salim Group.

    Saat ditanya alasan menolak maju Pilkada Suabaya, Selim menegaskan ia masih akan fokus pada karir yang digelutinya saat ini dan juga karena pihak keluarga tidak mengizinkannya maju sebagai calon wali kota. "Saya tidak ikut berkompetisi. Semoga Surabaya mendapatkan cawali sekaliber bu Risma. Itu saja doa saya," ujarnya.

    Baca juga: NU Bicarakan Nama Bakal Calon Wali Kota Surabaya Pengganti Risma

    Hal ini berbeda dengan apa yang disampaikan Ketua Kadin Surabaya Jamhadi. Jamhadi secara diplomatis mengatakan maju sebagai wali kota atau gubernur bahkan presiden bisa datang dari berbagai karir. "Termasuk karir politik seperti Pak Bambang DH, Mas Whisnu Sakti Buana dan Mbak Puti. Bahkan Pak Jokowi jadi presiden juga karirnya dari sektor dunia usaha."

    Jamhadi mau diusulkan jadi calon wali kota? Jamhadi tidak mengiyakan juga tidak menolak. Ia menyarankan agar posisi itu diberikan kepada kader PDIP yang sudah lama meniti karir politik, sosial, budaya, dan bisnis. "Semua bidang profesi itu ujungnya sama untuk bekerja bagi peningkatan kesejahteraan umat," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.