SBY Kenang Saat Ani Balas Pesan dan Doa di Medsos Meski Sakit

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan kedua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono bersalaman dengan tetamu yang hadir di acara tahlilan 7 hari meninggalnya Kristiani Herrawati alias Ani Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 7 Juni 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan kedua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono bersalaman dengan tetamu yang hadir di acara tahlilan 7 hari meninggalnya Kristiani Herrawati alias Ani Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 7 Juni 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta-Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menggelar tahlilan 40 hari meninggalnya sang istri, Kristiani Herrawati alias Ani Yudhoyono. Acara tahlilan ini digelar di Pendopo Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat pada Rabu malam, 10 Juli 2019.

    Baca juga: Sandiaga, Puan Maharani, Erick Thohir Hadir 40 Hari Ani Yudhoyono

    Dalam sambutannya, SBY kembali mengenang sepenggal momen bersama Ani di hari-hari terakhir sebelum meninggal. Momen yang dia ceritakan ialah tatkala Ani membalas satu per satu pesan dari para sahabat di media sosial atau aplikasi perpesanan.

    "Saya saksikan sendiri, Ibu Ani sambil menjalani kemoterapi dan pengobatan yang lain, sering pula dengan rasa haru dan air mata yang berlinang, membaca dan atau menyaksikan sendiri semua
    doa dan pesan di buku tamu atau di Instagram, YouTube, SMS,
    WA group dan wahana media sosial lainnya," kata SBY.

    SBY menuturkan, kerap pula Ani memintanya membacakan surat, pesan, atau berita sambil dirinya menjalani kemoterapi. Jika tak bisa menyampaikan terima kasih secara langsung, Ani juga menitipkan ucapan itu kepada SBY, anak, serta menantunya.

    Menurut SBY, mendiang istrinya memang sosok yang aktif berkomunikasi dengan siapa pun tanpa membedakan strata sosial. Dia mengatakan sifat itu melekat pada Ani baik pada saat maupun setelah tak lagi menjabat sebagai ibu negara.

    SBY juga mengenang saat dia kerap mengingatkan Ani bahwa hari telah larut dan tiba waktu istirahat. Namun kata SBY, Ani kerap menolak melanjutkan pekerjaan membalas pesan itu keesokan harinya. Dia berkukuh merampungkannya, dengan alasan isu yang disampaikan masyarakat itu penting untuk segera direspons.

    "Nampaknya, sikap, karakter dan kebiasaan itu tetap dilakukan selama menjalani pengobatan atas penyakit kanker darah yang dideritanya kecuali, kecuali kalau keadaan kesehatannya sedang drop, atau tengah dirawat di ICU," ucap Ketua Umum Partai Demokrat ini.

    Ani Yudhoyono meninggal pada Sabtu, 1 Juni 2019 di National University Hospital, Singapura pukul 11.50 waktu setempat. Perempuan bernama lengkap Kristiani Herrawati ini wafat setelah berjuang melawan penyakit kanker darah yang diidapnya. Ani dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta pada esok harinya atau pada Ahad, 2 Juni 2019.

    Kepada para kerabat dan tetamu yang hadir di tahlilan 40 hari meninggalnya Ani ini, SBY kembali mengucapkan terima kasih atas dukungan dan doa yang selama ini mereka terima. Dalam acara ini hadir sejumlah tokoh, mulai dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, hingga mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.