Kata Mabes Polri Soal Polemik Kepulangan Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dan Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi bertemu dengan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di sela-sela ibadah umroh di Mekah, Selasa, 5 Juni 2018. Dok. Istimewa

    Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dan Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi bertemu dengan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di sela-sela ibadah umroh di Mekah, Selasa, 5 Juni 2018. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Mabes Polri mengatakan tak menutup kemungkinan akan melanjutkan perkara yang menjerat Rizieq Shihab jika dia kembali ke Indonesia.  

    Baca jua: Pengamat Tak Yakin Rizieq Shihab Mampu Kendalikan Umat

    "Semua itu tergantung penyidik, apabila memang memungkinkan, ya, akan didalami terlebih dahulu," kata Kepala Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat pada Rabu, 10 Juli 2019. 

    Sementara itu, terkait rencana kepulangan Rizieq, Dedi mengatakan polisi tak akan ikut campur. Polri, kata Dedi, hanya akan mengurus proses hukum yang menyeret Rizieq. "Kalau kepulangan tidak ada kaitannya dengan Polri," ucap Dedi.

    Permintaan pemulangan Rizieq menjadi syarat rekonsiliasi dari kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Wacana itu pertama kali dikatakan oleh Dahnil Anzar Simanjutkan, bekas juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga Uno.

    Belakangan, kubu Jokowi emoh mengabulkan syarat tersebut. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan Rizieq Shihab sebaiknya pulang ke Indonesia atas kemauannya sendiri. “Ya pulang sendiri saja, (kalau) enggak beli tiket, baru gue beliin,” kata dia, Selasa, 9 Juli 2019.

    Sementara itu, Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI) Sugito Atmo Prawiro mengatakan bahwa Rizieq Shihab sudah tidak memiliki persoalan hukum di Indonesia. "Kalau urusan hukum, clear, enggak ada masalah hukum," kata Sugito kepada Tempo, Rabu, 10 Juli 2019.

    Sugito mengatakan, dari sejumlah perkara yang melibatkan Rizieq, kliennya ditetapkan sebagai tersangka atas dua kasus, yaitu tersangka kasus dugaan chat berkonten pornografi, dan kasus dugaan penodaan Pancasila dan pencemaran nama baik Presiden Soekarno.

    Baca juga: Pengacara: Status Hukum Rizieq Shihab Clear

    Menurut Sugito, Rizieq sudah bebas dari status tersangka atas dua kasus itu lantaran kepolisian sudah menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara atau SP3. Adapun aduan publik lainnya ke kepolisian masih dalam tahap penyelidikan. "Lainnya masih jadi saksi. Masih penyelidikan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.