Jubir Polri: Kapolri Masih Pelajari Hasil TGPF Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan hasil investigasi kasus penyiraman penyidik KPK, Novel Baswedan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019. Kadiv Humas Polri bersama Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Polri menyerahkan rekomendasi hasil investigasi pengusutan kasus penyiraman Novel Baswedan kepada Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian dan selanjutnya akan dipelajari terlebih dahulu oleh Kapolri. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan hasil investigasi kasus penyiraman penyidik KPK, Novel Baswedan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019. Kadiv Humas Polri bersama Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Polri menyerahkan rekomendasi hasil investigasi pengusutan kasus penyiraman Novel Baswedan kepada Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian dan selanjutnya akan dipelajari terlebih dahulu oleh Kapolri. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian masih mempelajari laporan Tim Gabungan Pencari Fakta Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Baca: TGPF Duga Penyerangan Novel Baswedan Berlatar Belakang Politik

    "Pak Kapolri sedang mempelajari hasil laporan tersebut. Kami sebagai pejabat utama belum tahu hasilnya itu," kata Iqbal di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat pada Rabu, 10 Juli 2019.

    Iqbal mengatakan polisi akan mengumumkan hasil temuan TGPF satu pekan setelah 9 Juli 2019.

    tanggapi adanya beberapa orang anggotanya berpangkat jenderal bintang tiga yang diperiksa oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) terkait kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

    Sebelumnya, TGPF Novel Baswedan bentukan Polri resmi berakhir pada 7 Juli 2019. "Hari ini kami ingin menyampaikan bahwa tim sudah selesai melakukan tugas sesuai dengan surat keputusan Kapolri dan laporan kurang lebih 170 halaman dengan lampiran hampir 1.500 lampiran halaman," ujar anggota TGPF Polri, Nur Kholis, di Mabes Polri, pada 9 Juli 2019. 

    Nur Kholis menyatakan, menggunakan pendekatan scientific investigation untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Secara teknis, kata dia, timnya mengandalkan pendekatan investigasi dan secara teknis tim ini juga dibantu oleh jajaran dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. 

    Baca: Kasus Novel Baswedan, Amnesty International: Bentuk Lagi TGPF

    Pembentukan tim itu yang tertuang dalam surat Nomor: Sgas/3/I/Huk.6.6./2019 bertanggal 8 Januari 2019. Tim itu beranggotakan 65 orang. Sebanyak 52 di antaranya anggota Polri, 6 orang dari perwakilan KPK, dan 7 pakar dari luar kepolisian. Surat tugas berlaku selama enam bulan sejak 8 Januari sampai 7 Juli 2019. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.