KPK Periksa Laksamana Sukardi dalam Kasus BLBI

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 26 Juli 2017. Laksamana Sukardi diperiksa penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) dalam Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan tersangka mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 26 Juli 2017. Laksamana Sukardi diperiksa penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) dalam Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan tersangka mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Laksamana Sukardi dalam kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Ia diperiksa sebagai saksi untuk Sjamsul Nursalim.

    Baca: Syafruddin Arsyad Temenggung Bebas, ICW Minta KY Periksa Hakim MA

    "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SJN," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu, 10 Juli 2019.

    Selain Laksamana, KPK juga akan memeriksa mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional Glenn Muhammad Surya Yusuf, pegawai negeri sipil, Edwin Abdullah dan swasta Farid Harianto.

    Laksamana sebelumnya sudah pernah diperiksa dalam proses penyidikan Syafruddin Arsyad Temenggung. Ia juga pernah bersaksi dalam sidang Syafruddin.

    Baca: Pakar Hukum Sarankan KPK Gugat Perdata Syafruddin Temenggung

    Dalam perkara ini KPK menetapkan Sjamsul dan istrinya, Itjih S. Nursalim sebagai tersangka dugaan korupsi pemenuhan kewajiban obligor BLBI pada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

    KPK menyangka keduanya turut diperkaya sebanyak Rp 4,58 triliun dalam penerbitan SKL BLBI. KPK menyatakan bakal terus melakukan penyidikan kasus ini walaupun Mahkamah Agung mengabulkan kasasi Syafruddin Arsyad Temenggung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.