5 Instruksi Jokowi untuk Polri di HUT Bhayangkara

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 01, Jokowi menghadiri silaturahmi dengan purnawirawan TNI - Polri di JI Expo,Kemayoran Jakarta, Ahad, 10 Februari 2019. Hadir para purnawirawan TNI - Polri yang menjabat dalam kabinet kerja seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan; Menkopolhukam Wiranto; dan Kepala Kantor Staf Kepresidenen Moeldoko. ANTARA/Wahyu Putro A

    Calon Presiden nomor urut 01, Jokowi menghadiri silaturahmi dengan purnawirawan TNI - Polri di JI Expo,Kemayoran Jakarta, Ahad, 10 Februari 2019. Hadir para purnawirawan TNI - Polri yang menjabat dalam kabinet kerja seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan; Menkopolhukam Wiranto; dan Kepala Kantor Staf Kepresidenen Moeldoko. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan sejumlah instruksi kepada Polri dalam upacara peringatan HUT Bhayangkara ke-73. Salah satunya peningkatan kualitas sumber daya manusia. "Terus tingkatkan kualitas sumber daya manusia Polri guna menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks," kata Jokowi di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Juli 2019.

    Baca juga: Jokowi Disambut Pasukan Berkuda di HUT Bhayangkara ke-73

    Jokowi juga meminta Polri mengedepankan strategi proaktif dan preventif dengan pendekatan dan tindakan humanis. Polri juga diminta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, dan cepat. Selanjutnya peningkatan profesionalisme dan transparansi dalam penegakan hukum, serta memberikan rasa adil kepada masyarakat.

    "Terakhir, perkuat koordinasi dengan TNI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta masyarakat, dalam memelihara keamanan dan ketertiban sosial," katanya.

    Instruksi tersebut, kata Jokowi, perlu dilakukan untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan dihadapi Polri ke depannya dalam memelihara keamanan dalam negeri akan semakin kompleks. Sebab terorisme dan radikalisme masih menjadi potensi ancaman serius bagi stabilitas keamanan dalam negeri.

    Baca juga: Bantah Penerimaan Calon Taruna Akpol Berbayar, Polri: Itu Hoaks

    Selain itu, pesatnya perkembangan teknologi informasi juga mendorong semakin besar dan beragamnya potensi kejahatan di ruang siber. Demikian pula penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian menjadi ancaman bagi kerukunan, persatuan, dan kesatuan bangsa. "Hal ini membutuhkan kecerdasan dan kecepatan dari Polri," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.