Soal Rizieq Shihab, Kubu Jokowi: Pergi Sendiri, Ya Pulang Sendiri

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Harian TKN Jokowi - Ma'ruf Amin, Moeldoko (kedua kiri) dan Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy (kiri) memberikan keterangan pers di

    Ketua Harian TKN Jokowi - Ma'ruf Amin, Moeldoko (kedua kiri) dan Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy (kiri) memberikan keterangan pers di "War Room Real Count" TKN, Jakarta, Ahad, 21 April 2019. Moeldoko mengatakan keberadaan "war room" ini merupakan alat kontrol TKN terhadap penghitungan suara pemilu 2019. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kubu Prabowo meminta agar kepulangan Rizieq Shihab menjadi syarat rekonsiliasi dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Namun permintaan itu tak ditanggapi kubu Jokowi.

    Baca juga: Kata Puan Soal Rizieq Shihab Pulang Jadi Syarat Rekonsiliasi

    Menurut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Rizieq Shihab sebaiknya pulang sendiri ke Tanah Air. "Ya pulang sendiri saja. (Kalau) Enggak beli tiket, baru gue beliin," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 9 Juli 2019.

    Moeldoko mengaku heran dengan ramainya permintaan pemulangan Rizieq yang kini berada di Mekkah, Arab Saudi. Sebab, kata Moeldoko, sejak awal Rizieq pergi atas kemauannya sendiri. Bukan karena diusir pemerintah. "Ya siapa yang pergi, siapa yang pulangin. Kan pergi pergi sendiri, kok dipulangin? Gimana sih? Emangnya kita yang ngusir? Kan enggak," katanya.

    Suara yang sama diungkapkan politikus PDI Perjuangan, Puan Maharani. Menurut Puan, kepulangan Rizieq semestinya dilakukan bukan karena permintaan.

    "Orang pergi sendiri, terus jadi kita harus yang minta pulang?" kata Puan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 9 Juli 2019.

    Adapun Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, meminta persoalan rekonsiliasi politik pasca-Pilpres dipisahkan dengan kasus hukum. "Kalau persoalan hukum, kita harus pisahkan dengan politik. Proses hukum biarlah menjadi ranah hukum jangan diintervensi persoalan politik," kata dia, seperti dikutip Antara, Selasa 9 Juli 2019.

    Ia menegaskan rekonsiliasi politik bukan untuk bernegosiasi mengenai kasus hukum yang harus ditegakkan kepada siapapun tanpa terkecuali.

    Apabila Rizieq Shihab merasa tidak bersalah secara hukum, kata dia, maka yang bersangkutan dapat kembali ke Tanah Air dan tidak perlu diistimewakan.

    Sebelumnya, Juru bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan kepulangan Rizieq Shihab bisa jadi syarat proses rekonsiliasi politik setelah Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

    Dahnil menilai rekonsiliasi politik harus disertai dengan berhentinya kriminalisasi terhadap para pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

    Baca juga:  Pengamat Tak Yakin Rizieq Shihab Punya Kekuatan Kendalikan Umat

    Kepulangan pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab ke Tanah Air, kata Dahnil adalah bagian dari rekonsiliasi politik itu. "Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yang paling tepat beri kesempatan kepada Habib Rizieq kembali ke Indonesia," kata Dahnil melalui akun Twitternya, @Dahnil Anzar pada Kamis, 4 Juli 2019.

    Rizieq Shihab kini bermukim di Mekkah, Arab Saudi. Dia berangkat ke Mekkah sejak terjerat kasus chat mesum. Kasus ini dihentikan pada Juni 2018, tetapi Rizieq belum juga kembali ke Tanah Air. Dalam sejumlah kesempatan, Prabowo Subianto berjanji akan menjemput Rizieq pulang jika ia menang pemilihan presiden 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.