Kapolri Enggan Komentari Habisnya Masa Tugas TGPF Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian seusai salat Idul Fitri di Masjid Al Ikhlas, Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu, 5 Juni 2019. TEMPO/M Rosseno Aji

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian seusai salat Idul Fitri di Masjid Al Ikhlas, Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu, 5 Juni 2019. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta-Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian enggan berkomentar tentang berakhirnya masa tugas tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisis Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Ia meminta media bertanya langsung kepada Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal.

    "Tanya Kadiv Humas," kata Kapolri sambil menutup pintu mobilnya saat ditanya awak media ihwal  TGPF Novel Baswedan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 8 Juli 2019.

    Baca Juga: TGPF Menelusuri Satu Nama yang Dicurigai oleh Novel Baswedan

    Novel disiram air keras dalam perjalanan pulang usai salat subuh di masjid dekat rumahnya pada 11 April 2017. Tito membentuk TGPF kasus Novel yang terdiri dari anggota polisi, pakar dan pegawai KPK pada 8 Januari 2019. Masa tugas tim ini berakhir 7 Juli, kemarin. Namun siapa pelaku penyerangan terhadap Novel masih tanda tanya.

    Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menilai tim gabungan gagal mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel. Menurut koalisi, tim tidak menghasilkan temuan yang signifikan. Koordinator koalisi Wana Alamsyah mengatakan pemeriksaan terhadap korban cenderung mengulang pertanyaan lama tanpa menunjukan bukti baru.

    Koalisi, kata dia, mendesak Presiden Joko Widodo membentuk TGPF Novel Baswedan independen yang bekerja di bawah presiden, bukan polisi. “Kami melihat kepolisian gagal,” ujar peneliti Indonesia Corruption Watch ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.