Pengamat: Jokowi Bisa Tempatkan Menteri Milenial di Semua Posisi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (ketiga kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri) berbincang dengan anak-anak saat meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung di Sulawesi Utara, Jumat, 5 Juli 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi (ketiga kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kiri) berbincang dengan anak-anak saat meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung di Sulawesi Utara, Jumat, 5 Juli 2019. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat Politik Asal Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, setuju dengan ide Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengangkat menteri milenial. Ia mengatakan saat ini generasi milenial sudah memiliki kapasitas mumpuni.

    Baca: Jokowi Ingin Menteri Milenial, Ini Kriterianya Menurut Golkar

    “Hampir semua posisi menteri layak untuk millenial, kecuali menteri koordinator. Karena millenial saat ini kapasitasnya sudah merata di semua level. Mulai dari urusan politik hingga ekonomi calon menteri millenial sangat available,” kata Adi saat dihubungi Ahad 8 Juli 2019.

    Keinginan mengangkat menteri dari kalangan anak muda pernah disampaikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di hadapan para petinggi partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, 18 April lalu.

    Jokowi menyatakan ingin memiliki menteri berusia muda jika merombak kabinet. "Usianya 20-40 tahun dan pintar," kata Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Ahmad Rofiq menceritakan pernyataan Jokowi itu, dikutip dari Majalah Tempo edisi 13-19 Mei 2019.

    Wacana menteri muda ini kembali mencuat setelah Jokowi ditetapkan menjadi pemenang pemilihan presiden 2019. Sejumlah pihak pun menyampaikan sejumlah respons.

    Adapun Adi mengatakan kriteria pertama bagi anak muda yang layak menjadi menteri adalah kapasitas, kompetensi, dan loyalitas total. Menteri muda, kata dia, harus dapat menghibahkan seluruh hidupnya untuk mengabdi pada negara dan merealisasikan janji politik presiden.

    Baca: Golkar Usul Kader Milenial Ini Jadi Menteri Kabinet Jokowi

    Kedua, menteri milenial perlu visioner, agresif revolusioner, dan berani mengambil resiko. “Menteri muda itu identik dengan manuvernya, agresif konstruktif untuk kemajuan bangsa,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.