BPBD: Belum Ada Laporan Korban dan Kerusakan akibat Gempa Sulut

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara menyatakan belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat gempa bumi yang terjadi di lima kota di wilayah itu pada Ahad malam, 7 Juli 2019. BPBD juga menyatakan belum ada laporan kerusakan akibat gempa itu. "Belum ada laporan sejauh ini dari BPBD 5 kota," kata Kepala pelaksana BPBD Sulawesi Utara Joy Oroh dihubungi, Senin, 8 Juli 2019.

    Lima kota yang diguncang gempa itu adalah Kota Manado, Kota Bitung, Kota Mobagu, Kepulauan Sangir, Sitaro, dan Kabupaten Bolaang Mongondow.

    Baca juga: Gempa Magnitudo 7,1, Masyarakat Ternate Panik

    Gempa bumi bermagnitudo 7,1 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Ahad, 7 Juli 2019 pukul 22.08 WIB. Pusat gempa berada di Barat Daya Ternate.

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini tsunami beberapa menit setelah gempa. Peringatan itu kemudian dicabut pada pukul 00.01.

    Baca juga: Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Ternate, Berpotensi Tsunami

    Joy mengatakan akibat gempa disusul peringatan dini tsunami itu sempat membuat warga di lima kota-kabupaten Sulawesi Utara panik. Warga keluar rumah dan mencari dataran yang lebih tinggi.

    Saat ini kondisi masyarakat sudah normal. Warga, kata dia, sudah beraktifitas seperti sedia kala. "Tadi saya cek di Kota Manado, masyarakat sudah beraktifitas seperti biasa," kata Joy.


    ROSSENO M. AJI | BUDHY NURGIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.