Peringatan Tsunami Usai Gempa Ternate, Ratusan Warga Mengungsi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. REUTRES

    Ilustrasi gempa. REUTRES

    TEMPO.CO, Ternate - Peringatan tsunami seusai gempa Ternate bermagnitudo 7,1 yang menguncang Ternate Senin Dini hari, 8 Juli 2019, membuat ratusan masyarakat Ternate mengungsi dan memilih menjauhi kawasan pantai. Ratusan orang yang mengungsi adalah warga kawasan pantai wilayah selatan Kota Ternate.

    Mereka mengungsi ke daerah ketinggian seperti Kelurahan Tanah Tinggi dan Perumnas. Warga Kelurahaan Bastiong, Ismiati mengatakan keputusan mengungsi dan menjauhi kawasan pantai lantaran menerima informasi peringatan tsunami pascagempa. “Kami akan kembali ke rumah jika peringatan tsunami sudah dicabut,” kata Ismiaty yang ditemui TEMPO Senin 8 Juli 2019.

    Baca juga: Gempa Ternate, BMKG: Peringatan Dini Tsunami Telah Berakhir

    Selama peringatan tsunami belum dicabut, ujar dia, pengungsi akan tetap berada di daerah ketinggian.

    Sebelumnya Badan Meteriologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tsunami seusai gempa Ternate bermagnitudo 7,1. Catatan kekuatan gempa itu kemudian dikoreksi menjadi 7,0. 

    Baca juga: Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Ternate, Berpotensi Tsunami

    Pusat gempa berada pada 0.51 derajat lintang utara dan 126,18 derajat bujur timur dengan di kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa terletak 135 km barat daya Kota Ternate. Peringatan dini tsunami pun telah berakhir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.