Burhanuddin Muhtadi: Restu Jokowi Jadi Penentu Siapa Ketum Golkar

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi melaporkan beberapa akun yang menuding dirinya menerima uang terkait hasil quick count lembaganya ke Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 22 April 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi melaporkan beberapa akun yang menuding dirinya menerima uang terkait hasil quick count lembaganya ke Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 22 April 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi mengatakan restu dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi faktor penting untuk memenangkan pertarungan menuju Ketua Umum Partai Golkar di Munas.

    Baca: Adu Kuat Bambang Soesatyo vs Airlangga Menjelang Munas Golkar

    Menilik dari ketua-ketua umum terpilih sebelumnya, kata Burhanuddin, suara Munas selalu tergantung kemana bandul penguasa mengarah. Ketua Umum Golkar terpilih selalu merupakan sosok yang dekat dengan penguasa, dalam hal ini presiden.

    "Saya masih yakin dengan tesis, siapapun yang menang di munas mendatang sangat ditentukan apakah si calon memiliki restu dari kekuasaan atau tidak," kata Burhanudin dalam acara diskusi bertajuk 'Memanas Jelang Kontestasi; Membaca Restu Jokowi', di bilangan Kuningan, Ahad, 7 Juli 2019.

    Saat ini, ada dua kandidat yang menyatakan akan maju di Munas mendatang, yakni Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. Airlangga kini menjabat Menteri Perindustrian. Sementara Bambang Soesatyo menduduki posisi Ketua DPR RI. "Kalau dilihat sampai sekarang, dua nama itu punya jabatan yang memiliki akses langsung pada kekuasaan, presiden," ujar Burhanuddin.

    Bamsoet sampai saat ini belum sowan kepada Jokowi untuk maju sebagai calon ketua umum Golkar. Sementara Airlangga Hartarto, pada Selasa pekan lalu telah memboyong timnya bersama 34 DPD I Golkar se-Indonesia bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

    Dalam pertemuan itu, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily menyebut Jokowi memuji kepemimpinan Airlangga. Dia menangkap sinyal bahwa Presiden Jokowi menginginkan Airlangga Hartarto memimpin kembali Partai Golkar.

    Baca: Elite Golkar Terbelah, Rapat Pleno Bulan Ini akan Bahas Munas

    "Saya menangkap kuat dari pesan Pak Jokowi tentang memperkuat kepemimpinan yang sekarang ini sebagai isyarat bahwa kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto agar terus dilanjutkan," ujar Ace Hasan saat dihubungi Tempo pada Selasa, 2 Juli 2019.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.