Kapolri Minta Masyarakat Jaga Keamanan Hingga Pelantikan Presiden

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Menteri Kesehatan Nila Moelok saat mengecek pasukan gabungan TNI, Polri, dan Instansi Pemerintah saat mengikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2019 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Menteri Kesehatan Nila Moelok saat mengecek pasukan gabungan TNI, Polri, dan Instansi Pemerintah saat mengikuti apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2019 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian meminta masyarakat Indonesia dapat menjaga situasi keamanan agar kondusif menjelang pelantikan presiden terpilih hasil Pemilu 2019 pada Oktober mendatang.

    Baca: Kapolri Imbau Tak Ada Mobilisasi Massa pada Penetapan Presiden

    "Kita doakan semoga sampai masa pelantikan Oktober, bangsa kita tetap aman, damai dan tenang," kata Tito saat menghadiri olahraga bersama dalam peringatan Hari Bayangkara ke-73 di Monumen Nasional, Jakarta, Ahad, 7 Juli 2019.

    Tito bercerita tentang berbagai peristiwa besar yang berhubungan dengan situasi keamanan nasional selama setahun terakhir mulai dari Pilkada 2018, gempa bumi di Lombok, tsunami di Palu dan tsunami Selat Sunda hingga Pemilu 2019.

    "Yang masih fresh dalam ingatan kita rangkaian Pemilu 2019 adalah pemilu yang paling complicated di seluruh dunia. Selama 10 bulan kita semua sibuk, bangsa kita terpolarisasi pada pilihan masing-masing," kata Tito.

    "Kita melihat hoaks luar biasa, ada istilah cebong dan ada istilah kampret. Sekarang enggak ada lagi cebong dan kampret, yang ada adalah bangsa Indonesia," ujar Tito.

    Menurut Tito, setelah melalui serangkaian peristiwa panjang tersebut saat ini masyarakat Indonesia telah menikmati rahmat berupa persatuan dan kesatuan. Adapun dinamika politik dan keamanan yang sempat goyah akibat pemilu, kini perlahan kembali tenang dan stabil.

    Lebih lanjut dia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang turut bekerjasama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional selama setahun terakhir.

    Baca: Kapolri Apresiasi Sikap Massa yang Tertib Saat Pantau Putusan MK

    "Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tinggnya untuk Panglima TNI beserta seluruh jajaran yang telah bahu-membahu bersama Polri menjaga stabilitas keamanan demi kepentingan bangsa Indonesia dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.