37 Calon Hakim Adhoc Tipikor MA Lolos Seleksi Administrasi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satpam MA mencopot spanduk aksi teatrikal Klinik Sunat Massal di depan gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Jumat, 29 Maret 2019. TEMPO/Melgi Anggia

    Satpam MA mencopot spanduk aksi teatrikal Klinik Sunat Massal di depan gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Jumat, 29 Maret 2019. TEMPO/Melgi Anggia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 37 orang calon hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi pada Mahkamah Agung lolos tahap administrasi di Komisi Yudisial. Sebelumnya, ada 52 orang calon hakim yang mendaftar seleksi ini.

    Baca: Mahkamah Agung Tolak PK Baiq Nuril dalam Kasus UU ITE

    "KY meloloskan 37 orang calon hakim di seleksi administrasi ini," kata Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY, Aidul Fitriciada Azhari dalam keterangan tertulis, Sabtu, 6 Juli 2019.

    Berdasarkan profesi, 37 calon hakim yang lolos itu yakni 1 orang advokat, 5 akademisi, 29 hakim ad hoc, dan dua berprofesi lainnya. Sementara berdasarkan tingkat pendidikan, 4 orang bergelar sarjana, 18 orang bergelar master, dan 15 orang bergelar doktor.

    KY membuka seleksi calon hakim ad hoc pada 28 Mei-25 Juni 2019. KY mencari 3 hakim ad hoc Tipikor dan 6 Hakim ad hoc Hubungan Industrial.

    Aidul berujar sejumlah orang yang tidak lolos seleksi administrasi karena tidak mengirimkan berkas secara lengkap dan tidak memenuhi syarat pendidikan, usia, dan masa kerja. Selanjutnya, calon yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan mengikuti seleksi kualitas pada 17-18 Juli 2019 di Kantor KY, Jakarta.

    Baca: Putusan MA soal Baiq Nuril, Ini yang Memberatkan dan Meringankan

    Aidul berkata KY menekankan pentingnya faktor integritas dalam seleksi ini. KY mengajak masyarakat untuk memberi informasi mengenai latar belakang calon hakim. Informasi dapat dikirim melalui alamat surat elektronik rekrutmen@komisiyudisial.go.id paling lambat 31 Agustus 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.