Jokowi Dapat Penghargaan Tertinggi dari PGRI

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi menerima penghargaan Maha Dwija Praja Utama saat membuka Kongres XXII PGRI di Britama Arena, Jakarta, 5 Juli 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi menerima penghargaan Maha Dwija Praja Utama saat membuka Kongres XXII PGRI di Britama Arena, Jakarta, 5 Juli 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima penghargaan tertinggi dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang diberikan pada saat pembukaan Kongres ke XXII PGRI di Britama Arena, Jakarta, pada Jumat malam, 5 Juli 2019.

    BacaDi HUT PGRIJokowi Sebut Guru adalah Warga Negara Terhormat

    Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi, memberikan penghargaan itu langsung kepada Presiden Jokowi di hadapan ribuan guru yang hadir. "Semoga ini menjadi penyemangat dalam menjalani pemerintahan periode kedua," kata Unifah.

    Jokowi datang bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy. Presiden mengenakan pakaian yang sama dengan peserta kongres, yakni batik PGRI.

    Unifah juga menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Jokowi dan Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden 2019. "Semoga Allah SWT melindungi Pak Ppresiden, Pak Wapres, dan seluruh bangsa Indonesia."

    Dalam pidatonya, Kepala Negara mengungkapkan terima kasihnya kepada Pengurus PGRI atas penghargaan tersebut. "Terima kasih," tuturnya.

    Baca jugaTiga Pesan Jokowi di Hari Guru Nasional

    Jokowi mengatakan bahwa para guru akan memainkan peran sentral dalam program pemerintah. Dia ingin di periode kedua pemerintahannya fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Tujuannya, bangsa Indonesia mampu menghadapi dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berubah begitu sangat cepat.

    "Kualitas SDM di semua profesi harus ditingkatkan signifikan, kualitas SDM di usia dini, di usia remaja harus ditingkatkan secara signifikan," ucap Jokowi di acara PGRI.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.