Polisi Duga Partai - Relawan Prabowo Terlibat Kerusuhan 22 Mei

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti ditampilkan di layar pada keterangan pers terkait kasus kerusuhan 21-22 Mei di Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. Kerusuhan tersebut terjadi di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan wilayah lainnya di Jakarta. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Barang bukti ditampilkan di layar pada keterangan pers terkait kasus kerusuhan 21-22 Mei di Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. Kerusuhan tersebut terjadi di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan wilayah lainnya di Jakarta. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JakartaMarkas Besar Polri ada dugaan keterlibatan  oknum partai politik dan relawan pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno saat kerusuhan 22 Mei. Selain itu ada oknum dari organisasi massa dan ormas Islam.

    Baca: RS Polri: Korban Kerusuhan 22 Mei yang Dirawat Tinggal Markus Ali

    Temuan adanya keterlibatan empat unsur tersebut, kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Suyudi Ario Seto, didapat berdasarkan barang bukti, olah tempat kejadian perkara, saksi di lapangan, rekaman CCTV, dan visual. Serta pemeriksaan 447 tersangka.

    Suyudi membeberkan, untuk oknum ormas itu adalah GARIS, Forkabi, GRIB, dan Pemuda Muhammadiyah.

    "Sementara oknum dari unsur partai adalah Partai GR, PN, dan PS. Lalu, oknum relawan  02 yakni RMP, Garda08, dan Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi," kata Suyudi di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Jumat, 5 Juli 2019.

    Terakhir, relawan ormas Islam yang datang dari Serang, Tangerang, Cianjur, Pandeglang, Jakarta, Banyumas, Majalengka, Tasikmalaya, Aceh, dan Lampung.

    Suyudi mengatakan, dari 447 tersangka, polisi sudah melimpahkan berkas perkara milik 316 tersangka ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Sementara untuk tersangka di bawah umur, Suyudi memastikan akan ada prosedur hukum khusus.

    Baca: Pelanggaran HAM di Kampung Bali, Begini Cerita Warga

    "Untuk mereka yang 74 orang anak-anak sudah dilakukan investigasi dan berlanjut," kata Suyudi.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.