Tak Bisa Jadi Wapres Lagi, JK Diminta Terus Bimbing PGRI

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menerima suapan kue dari sang istri, Mufidah Kalla. JK mendapat kejutan dari para staf dan kerabat saat ulang tahunnya yang ke-77 ketika kunjungan kerja ke Jenewa, Swiss pada 15 Mei 2019. Foto: Tim Media Setwapres RI

    Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menerima suapan kue dari sang istri, Mufidah Kalla. JK mendapat kejutan dari para staf dan kerabat saat ulang tahunnya yang ke-77 ketika kunjungan kerja ke Jenewa, Swiss pada 15 Mei 2019. Foto: Tim Media Setwapres RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi meminta Jusuf Kalla (JK) untuk terus membina organisasinya, meski tak lagi menjabat sebagai wakil presiden. "Kami sangat berharap Bapak Wapres akan terus bersama kami, membina, dan membesarkan organisasi kami," kata Unifah dalam Kongres XXII PGRI di BRITAMA Arena Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat, 5 Juli 2019.

    Unifah mengerti dan memahami bahwa JK tidak bisa melanjutkan kepemimpinan formal untuk periode selanjutnya karena terbentur konstitusi. "Padahal, sebagaimana kita ketahui pengabdian Bapak luar biasa."

    Baca juga: Jokowi: Kabar Tunjangan Profesi Guru Dihapus Itu Hoaks

    Bagi PGRI, kata Unifah, JK sudah seperti orang tua sendiri saat menghadapi segala persoalan dan dinamika. Meski begitu, JK juga kerap mengkritik kinerja guru untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme. "Semua kami maknai sebagai perhatian tulus dan penghormatan Bapak kepada guru, juga sebagai tanggung jawab Wapres dalam memajukan pendidikan nasional."

    JK sudah dua kali berturut-turut memenangi pemilihan presiden. Pada 2014, dia menjadi wakil untuk Susilo Bambang Yudhoyono dan kini mendampingi Joko Widodo.

    Baca juga: Sri Mulyani: Pendidikan Vietnam Lebih Baik Dibandingkan RI

    Dalam Pasal 7 Undang-Undang Dasar 1945 yang telah diamandemen dinyatakan Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pidato Jokowi Terkait Kinerja dan Capaian Lembaga Tinggi Negara

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2019. Inilah hal-hal penting dalam pidato Jokowi.