Ini Alasan Wakil Ketua KPK Maju Lagi Jadi Calon Pimpinan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kanan) bersama Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Jan S Maringka menyampaikan keterangan pers terkait OTT Jaksa Kejati , di gedung KPK, Jakarta, Sabtu, 29 Juni 2019. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kanan) bersama Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Jan S Maringka menyampaikan keterangan pers terkait OTT Jaksa Kejati , di gedung KPK, Jakarta, Sabtu, 29 Juni 2019. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Para Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M. Syarif, Alexander Marwata, dan Basaria Panjaitan maju kembali dalam seleksi pimpinan KPK periode 2019-2023. Syarif mengatakan alasannya maju kembali karena masih ada yang belum tercapai selama masa kepemimpinannya empat tahun terakhir ini. "Ingin melanjutkan yang telah baik di KPK dan menyempurnakan yang belum tercapai." Syarif menyampaikannya melalui pesan teks, Kamis, 4 Juli 2019.

    Syarif memasukkan berkas lamaran pada hari terakhir masa pendaftaran seleksi yakni, pada Kamis, 4 Juli 2019. Melalui surat elektronik, dia mengirimkan berkas yang dibutuhkan di penghujung waktu. "Akhirnya, last minute," kata dia.

    Baca juga: Mengintip Harta Kekayaan Perwira Polri Pendaftar Capim KPK

    Dari Polri, nama-nama yang sudah mendaftar sesuai dengan yang usulan nama yang telah beredar, yaitu Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Inspektur Jenderal Antam Novambar, perwira tinggi Bareskrim Polri yang sedang bertugas di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Inspektur Jenderal Dharma Pongrekum, Widyaiswara Utama Sespim Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Inspektur Jenderal Coki Manurung.

    Ada pula analis Kebijakan Utama Bidang Polisi Air Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Inspektur Jenderal Abdul Gofur, perwira tinggi Bareskrim Polri yang sedang bertugas di Kementerian Ketenagakerjaan Brigadir Jenderal M. Iswandi Hari, Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri Brigadir Jenderal Bambang Sri Herwanto.

    Kemudian, Kepala Biro Penyusunan dan Penyuluhan Hukum Divisi Hukum Polri Brigadir Jenderal Agung Makbul, Analis Kebijakan Utama Bidang Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Lemdiklat Polri Inspektur Jenderal Juansih, dan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigadir Jenderal Sri Handayani.

    Baca juga: Penasihat KPK Maju Jadi Calon Pimpinan KPK ...

    Anggota Pansel Capim KPK, Harkristuti Harkrisnowo, sebelumnya mengatakan total pelamar seleksi sudah mencapai 348 orang ketika pendaftaran resmi ditutup Kamis, 4 Juli 2019 pukul 16.00. Jumlah masih bisa bertambah karena pendaftaran online dibuka sampai pukul 23.59.

    Dari total pendaftar, sebanyak 13 orang berasal dari instansi KPK, di antaranya 3 komisioner dan 10 pegawai internal. Sembilan anggota Polri aktif yang ikut melamar, pensiunan Polri, 5 jaksa, 9 hakim, 53 advokat, dosen, wakil bupati, PNS, auditor, dan swasta.

    ROSSENO AJI | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.