Siap Lepas Sarung, 3 Fakta Ma'ruf Amin dalam Busana Khasnya Itu

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, mengenakan sarung dalam debat capres perdana Pilpres 2019 di Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Sesuai janjinya, Ma'ruf Amin tetep mengenakan sarung di acara debat. TEMPO/Subekti.

    Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, mengenakan sarung dalam debat capres perdana Pilpres 2019 di Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Sesuai janjinya, Ma'ruf Amin tetep mengenakan sarung di acara debat. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernyataan Ma'ruf Amin yang menyatakan siap lepas sarung dan menggantinya dengan busana lain setelah resmi dilantik jadi wakil presiden 2019-2014, lumayan mengejutkan. Pasalnya, jenis pakaian ini sudah sangat identik dengan penampilan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

    Baca jugaMa'ruf Amin Siap Lepas Sarung Setelah Dilantik jadi Wapres

    "Jika harus pakai celana juga bisa, siap, jadi pakai apa saja siap," katanya saat menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, 4 Juli 2019. Pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih akan dilakukan pada 20 Oktober mendatang.

    Ma'ruf bercerita ia sebenarnya merasa nyaman dengan gaya berpakaian khasnya, yakni baju koko, jas, kopiah, dan kain sarung. Namun, jika gayanya itu ternyata dilarang oleh peraturan pakaian resmi maka ia siap melepasnya. “Sampai hari ini saya masih pakai sarung sebelum dilarang," ucap dia.

    Berikut tiga fakta menarik mengenai kebiasaan Mar’uf Amin dalam mengenakan sarung tersebut.

    1. Tetap Bersarung saat Debat Pilpres

    Saat menjalani debat calon wakil presiden pada Januari 2019 silam, Ma’ruf Amin menyatakan klan tetap mengenakan sarung, meksipun lawan debatnya Sandiaga Uno tampil perlente dengan setelan jas dua kancing.  “Oh iya tetap,” ujar Ma’ruf kepada wartawan selepas menghadiri sebuah acara di Jakarta. Dalam mempersiapkan debat ini, pasangan Jokowi-Ma’ruf dibantu mantan presenter televisi, Tina Talisa.

    2.  Variasi Aksesoris Pelangkap Sarung

    Perancang busana Deden Siswanto mengatakan gaya sarungan Ma’ruf Amin adalah khas kalangan santri. Gaya itu pulalah yang dijalankan Ma’ruf saat debat calon wakil presiden.

    Saat debat itu Ma’ruf Amin memilih sarung yang dipadukan dengan atasan baju dan jas putih.  Ia mengenakan sarung dengan dililit di pinggang, ditambah dengan ikat pinggang lebar untuk mengencangkannya.

    Ma’ruf Amin juga melengkapi penampilannya dengan kain di leher. Dalam beberapa kesempatan, kain di lehernya berganti-ganti. Kadang-kadang kain tenun yang digantungkan di leher, sesekali ia mengenakan kain dililitkan menutupi bagian leher dan bahunya. Tak lupa, ia mengenakan peci hitam

    3. Diprediksi jadi Tren

    Penampilan Ma’ruf yang selalu mengenakan sarung dinilai bisa menjadi tren busana baru, asalkan dikreasikan dengan gaya anak muda. Demikian kata konsultan fesyen.

    "Pak Amin dengan sarung dan jas. Dia mengenakan kayak semacam slipper dan kopiah. Kalau dilihat itu cerminan tampilan orangtua kita saat Lebaran. Orang Sumatera begitu gayanya saat Lebaran," ujar Khairiyyah.

    Tapi dia yakin sarung bisa menciptakan tren baru. Di acara Milan Fashion Week, dia melihat salah satu editor fashion di sana pakai kopiah dan terus syal yang dikenakan begituu saja di leher seperti Amin. “Itu kan signature banget," kata dia.

    Baca jugaMa'ruf Amin Bilang soal Menteri Dibahas Pertengahan Juli

    Sari menambahkan dalam perhelatan Indonesia Fashion Week juga ada desainer yang membuat kreasi sarung berdasarkan pikiran atau gaya yang mereka pikirkan. "Ini jadi sebuah kreasi baru, yang tadinya bapak-bapak banget, sekarang bisa digayain.

    AHMAD FAIZ | ANTARA | TEMPO.CO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.