KPK Periksa Eks Menko Perekonomian Dorodjatun di Kasus BLBI

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, 2 Januari 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, 2 Januari 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa mantan Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti dalam kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sjamsul Nursalim.

    Baca: Sjamsul Nursalim Tersangka Kasus BLBI, Begini Tanggapan Keluarga

    Febri mengatakan penyidik mendalami soal pengetahuan dari mantan Kepala Komite Kebijakan Sektor Keuangan itu dalam kasus ini. Selain itu, ia juga ditanyai seputar surat-surat yang diterbitkan KKSK saat dirinya menjabat pada 2001-2004.

    Dalam perkara ini, KPK menetapkan Sjamsul dan istrinya, Itjih Nursalim menjadi tersangka korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas BLBI. KPK menyangka keduanya ikut diuntungkan sebanyak Rp4,58 triliun dalam penerbitan surat tersebut.

    Sjamsul adalah bekas pemilik Bank Dagang Negara Indonesia yang mendapat kucuran dana BLBI pada medio 1990-an. Dalam pembayaran hutangnya, KPK menyangka Sjamsul telah melakukan misrepresentasi terhadap aset yang ia berikan untuk membayar. Akan tetapi, Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional Syafruddin Arsyad Temenggung tetap menerbitkan surat lunas untuk taipan tersebut. Syafruddin dihukum 15 tahun penjara di tingkat banding dalam perkara ini.

    Baca: Rilis KPK, Konstruksi Kasus BLBI yang Melibatkan Sjamsul Nursalim

    Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Syafruddin terbukti bersama-sama Dorodjatun, Sjamsul dan Itjih menyebabkan kerugian negara Rp4,58 triliun karena penerbitan SKL itu. Syafruddin dianggap juga ikut memperkaya Sjamsul karena penerbitan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.