Sekjen Demokrat Bilang Forum Pendiri Partai Tak Punya Hak Suara

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat mendesak partai menggelar kongres luar biasa dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Selasa, 2 Juli 2019. Mereka menilai Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono gagal lantaran suara partai anjlok di Pemilu 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat mendesak partai menggelar kongres luar biasa dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Selasa, 2 Juli 2019. Mereka menilai Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono gagal lantaran suara partai anjlok di Pemilu 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat (FKPD) tidak punya hak suara untuk mendesak kongres luar biasa. Menurut Hinca yang memiliki hak suara adalah 15 orang majelis tinggi, dua pertiga DPD, dan setengah dari DPC.

    Baca: Deklarator Pendiri Demokrat Bantah Tak Punya Hak Suara

    “(FKPD) Tidak punya hak suara. Yang punya suara itu adalah kalau bukan majelis tinggi 15 orang, saya salah satu anggotanya. Kemudian dua pertiga DPD dan setengah DPC. Nah DPD udah nolak semua kok. Jadi ini sesuatu yang internal kami dan kami akan tegakkan,” ujar Hinca di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 4 Juli 2019.

    Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat sebelumnya menyampaikan pernyataan sikap agar partai menggelar kongres luar biasa selambat-lambatnya September mendatang. Dimotori Hengki Luntungan, Sahat Saragih, dan Subur Sembiring, mereka menyoroti turunnya perolehan suara partai di pemilihan legislatif 2019.

    Mereka menilai penurunan suara ini membuktikan bahwa SBY gagal memimpin partai. Menurut Sahat dkk, suara partai di bawah kepemimpinan SBY terus anjlok sejak pileg 2014 hingga pileg 2019. Mereka juga menyoroti beberapa hal lain, yakni pembentukan badan Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat atau Kogasma yang dipimpin putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono.

    Menurut Hinca tudingan mereka tidak benar dan tak berdasar. Terutama, kata dia, persoalan Kogasma. Lembaga ini, menurut dia, dibentuk Februari 2018 dan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, ditunjuk sebagai komandannya, karena AHY memang sudah menjadi kader partai.

    Tujuannya untuk mendongkrak posisi Demokrat yang saat itu sedang kesulitan menghadapi sistem pemilihan presiden dan pemilihan legislatif yang berbarengan. Karena Demokrat tak memiliki calon presiden dan wakil presiden, maka DPP Demokrat memutuskan membentuk Kogasma untuk berkampanye.

    “Makanya kami bentuk namanya Kogasma itu bulan Februari, komando bersama pemenangan pemilu, untuk membuat energi menjadi kuat dan AHY waktu itu memang simbol partai yang baru selesai juga dari Pilkada DKI Jakarta,” ujarnya.

    Hinca tak menjawab secara tegas, apakah betul Sahat dkk adalah betul pendiri Partai Demokrat. Ia pun mengaku tak tahu apakah Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, mengenal para penggerak FKPD ini.

    Baca: Forum Pendiri Demokrat Nilai SBY Gagal, Ferdinand: Tak Tahu Diri

    Namun, ia memastikan Demokrat memiliki mekanisme untuk mendisiplinkan internal partainya. “Di kami itu kan ada mekanisme, di semua organisasi punya mekanisme internal. Itu soal internal tunggu aja nanti hasilnya,” kata Hinca.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.