Daftar Capim, Penasihat KPK Ingin Benahi Manajemen Organisasi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Panitia Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 Yenti Ganarsih (keempat kiri) bersama Wakil Ketua Pansel KPK Indriyanto Seno Adji (kanan), anggota Pansel KPK Marcus Priyo Gunarto (kedua kanan), Hendardi (ketiga kanan), Harkristuti Harkrisnowo (keempat kanan), Diani Sadia Wati (kelima kanan), Al Araf (ketiga kiri), Mualimin Abdi (kedua kiri) dan Hamdi Moeloek (kiri) usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 17 Juni 2019. ANTARA

    Ketua Panitia Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 Yenti Ganarsih (keempat kiri) bersama Wakil Ketua Pansel KPK Indriyanto Seno Adji (kanan), anggota Pansel KPK Marcus Priyo Gunarto (kedua kanan), Hendardi (ketiga kanan), Harkristuti Harkrisnowo (keempat kanan), Diani Sadia Wati (kelima kanan), Al Araf (ketiga kiri), Mualimin Abdi (kedua kiri) dan Hamdi Moeloek (kiri) usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 17 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mohammad Tsani Annafari, resmi mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan KPK di hari terakhir pendaftaran.

    Baca: Pegawai hingga Pimpinan KPK Ikut Daftar Seleksi Capim

    Tsani yang tiba pukul 11.00 WIB langsung menuju kantor Sekretariat Pansel KPK untuk menyerahkan berkas-berkas. Ditemui usai pendaftaran, Tsani mengaku keinginan pribadinya mendaftar sebagai capim KPK juga merupakan dorongan dari pegawai dan pimpinan lembaga antirasuah tersebut.

    "Ini akumulasi dari aspirasi temen-temen, dari pegawai, pimpinan, dan juga saya harus menghormati dorongan itu," kata Tsani di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.

    Tsani mengatakan, sebelum mendaftar, ia telah mengajukan izin dan berdiskusi dengan lima pimpinan KPK saat ini. Ia juga mengajukan izin secara lisan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, karena sampai hari ini Tsani masih aktif sebagai pegawai Kemenkeu. 

    Lulusan S3 Technology Management and Economics Chalmers University of Technology Gothenburg Swedia ini mengaku ingin fokus pada pencegahan dan manajemen organisasi KPK. "Terutama nanti kami mengintensifkan penggunaan sistem teknologi informasi untuk pengelolaan organisasi di dalam. Jadi kita perlu KPK ini makin matang sebagai organisasi," katanya.

    Baca: Mantan Kabareskrim Polri Anang Iskandar Daftar Capim KPK

    Selain itu, ia juga ingin membenahi pengelolaan tata kelola anggaran KPK, misalnya e-planning dan e-budgeting yang bisa ditiru lembaga lain. Kemudian, pembenahan dalam pengelolaan sumber daya manusia.

    Menurut Tsani, KPK harus punya sistem yang bisa memastikan terpenuhinya hak dan kewajiban pegawai. "Hak misalnya harus tahu career path ke mana. Dan kemudian kira-kira ke depan dia mau jadi apa. Kewajibannya, tentu saja mereka harus dinilai KPI, Key Performa Indicator. Kalau mereka bekerja baik dapat reward, kalau tidak jalankan ya punishment."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.